SYAARAR.COM
  Home  |  Refleksi  |  Kombur  |  Religous  |  Free Code  |  Download  |
Kami-nya Allah
Ditulis oleh : Syamsul Arham
Tanggal : 08 November 2006, 00:00:0
Dibaca : 2943

“Kami” dalam Al-Quran sebagai salah satu kata pengganti Allah. Penjelasan ini diperlukan karena dalam ayat yang dikutip oleh beliau yang menjelaskan tentang turunnya Al-Quran di malam kemuliaan (lailatul qodar), Allah menggunakan kata ganti “Kami”.

Kami-nya Allah
Postingan ini adalah bagian dari ceramah Ramadan di aula KJRI Hamburg yang dibawakan oleh Prof. Dr. Hamdani Anwar, anggota staf pengajar Universitas Islam Negeri Jakarta.

Dalam ceramah Ramadan hari Sabtu, 21 Oktober 2006 kemarin beliau berbicara tentang 3 macam kecerdasan manusia menurut Islam, yaitu: kecerdasan spiritual, kecerdasan emosional, dan kecerdasan intelektual. Namun, sebelum memulai membahas masalah itu, beliau sedikit bercerita tentang istilah “Kami” dalam Al-Quran sebagai salah satu kata pengganti Allah. Penjelasan ini diperlukan karena dalam ayat yang dikutip oleh beliau yang menjelaskan tentang turunnya Al-Quran di malam kemuliaan (lailatul qodar), Allah menggunakan kata ganti “Kami”.

Dalam Al-Quran, menurut beliau, pengganti kata Allah ada 4 yaitu “Aku”, “Engkau”, “Dia”, dan “Kami”. Tiga yang pertama menunjukkan kata ganti tunggal, sementara kata ganti yang terakhir bermakna jamak. Menurut beliau, ada kalangan di luar Islam yang mencoba “mengritisi” kata “Kami” ini: “Katanya Islam agama tauhid (monotheis), lalu kenapa di dalam kitab suciNya Dia menyebut diriNya sebagai “Kami”? Artinya, tuhannya orang Islam itu banyak dong?”, begitulah kira-kira komentar mereka.

Menurut beliau, umat Islam sempat “kaget” akan pertanyaan ini, sehingga dicobalah untuk mencari jawabannya. Ada ahli bahasa yang mencoba menjawab dengan mengatakan bahwa kata “Kami” digunakan untuk menyatakan kebesaran Allah. Jawaban ini dikemudian dikomentari lagi oleh mereka yang mengomentari penggunaan kata “Kami” dengan pertanyaan: “Kalau memang kata “Kami” digunakan untuk menyatakan kebesaran Allah, lalu kenapa tidak sekalian saja mengganti semua kata ganti untuk Allah dengan kata “Kami”?

Menurut beliau, penggunaan kata “Kami” dalam Al-Quran menunjukkan bahwa dalam peristiwa yang terjadi, ada pihak lain yang terlibat di dalamnya. Jadi kalau dalam ayat yang menjelaskan tentang turunnya Al-Quran Allah menyatakan: “Sesungguhnya Kami telah menurunkan (Al-Quran) pada malam kemuliaan”, maka hal ini menjelaskan bahwa pada saat menurunkan Al-Quran itu ada pihak lain yang ikut terlibat, dan dalam hal ini adalah malaikat Jibril yang bertugas sebagai penyampai wahyu-Nya kepada nabi Muhammad saw.

Contoh lain adalah surat Al-Anaam ayat 6 yang berbunyi:

“… dan Kami curahkan hujan yang lebat atas mereka dan Kami jadikan sungai-sungai mengalir di bawah mereka …”

Penggunaan kata “Kami” di sini menunjukkan bahwa hukum alam ikut terlibat di dalam terjadinya hujan dan mengalirnya sungai-sungai. Secara prinsip Allah lah yang mencurahkan hujan dan mengalirkan sungai-sungai itu, tetapi melalui sebuah proses yang dalam ilmu pengetahuan modern dikenal sebagai hidrologi atau hidrometeorologi.

Jadi sebenarnya menarik sekali kalau kita, umat Islam, bisa mengkaji Al-Quran dengan lebih mendalam lagi. Ada banyak sekali pelajaran yang bisa kita petik di dalamnya.



Post related
  • Paling Berkuasa
  • Tanaman Puyu
  • Smithsonian Institution
  • KONDOM
  • USB Flash Disk Password Protection
    Tags
    Social Media

    Posting komentar Anda :
    Name :
    Email :
    Website :
    Comment :
    Validation word :


     

    ©SYAARAR.Com. All rights reserved.