SYAARAR.COM

Tafsir Al-'Usyr Al-Akhir : Al-Faatihah
Ditulis oleh : Syamsul Arham
Tanggal : 30 Juni 2014, 00:54:3
Dibaca : 0

Tafsir Al-'Usir Al-Akhir

Surat ini mengandung beberapa unsur pokok yang mencerminkan seluruh isi Al-Qur'an, yaitu:

  1. Keimanan:

Beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa terdapat dalam ayat 2, dimana dinyatakan dengan tegas bahwa segala puji dan ucapan syukur  atas sesuatu ni'mat itu bagi Allah, karena Allah adalah Pencipta dan sumber segala ni'mat yang terdapat dalam alam ini.

Di antara ni'mat itu ialah; ni'mat menciptakan, ni'mat mendidik dan menumbuhkan, sebab kata "Rabb" dalam kalimat "Rabbul 'aalamiin" tidak hanya berarti "Tuhan" dan "Penguasa", tetapi juga mengandung arti tarbiyah yaitu mendidik dan menumbuhkan. Hal ini menunjukkan bahwa segala ni'mat yang dilihat oleh seorang dalam dirinya sendiri dan dalam segala alam ini bersumber dari Allah, karena Tuhan Yang Maha Berkuasa di alam ini, Pendidik, Penjaga dan Penumbuhan oleh Allah di alam ini haruslah diperhatikan dan dipikirkan oleh manusia sedalam-dalamnya, sehingga menjadi sumber perlbagai macam ilmu pengetahuan yang dapat menambah keyakinan manusia kepada keagungan dan kemuliaan Allah serta berguna bagi masyarakat. Oleh karena keimanan (ketahuitan) itu merupakan masalah yang pokok maka di dalamnya surat Al-Faatihah tidak cukup dinyatakan dengan isyarat saja, tetapi ditegaskan dan dilengkapi oleh ayat 5, yaitu; Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'iin (hanya Engkaulah yang kami sembah dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan). Yang dimaksud dengan "Yang menguasai hari pembalasan" ialah pada hari itu Allah-lah Yang Berkuasa, segala sesuatu tunduk kepada kebesaran-Nya sambil mengharap ni'mat dan takut kepada siksaan-Nya. Hal ini mengandung arti janji untuk memberi pahala terhadap perbuatan yang baik dan ancaman terhadap perbuatan yang buruk. "Ibadat" yang terdapat  pada ayat 5 semata-mata ditujukan kepada Allah, selanjutnya lihat catatan ayat 5, surat Al-Faatihah.

  1. Hukum-Hukum:

Jalan kebahagiaan dan bagaimana seharusnya menempuh jalan itu untuk memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat. Maksud "hidayah" disini ialah hidayah yang menjadi sebab dapatnya keselamatan kebahagiaan dunia dan akhirat, baik yang mengenai keyakinan maupun akhlak, hukum-hukum dan pelajaran.

  1. Kisah-kisah:

Kisah-kisah para nabi dan kisah orang-orang dahulu yang menentang  Allah. Sebahagian besar dari ayat-ayat Al-Qur'an memuat kisah-kisah para nabi dan kisah orang-orang dahulu yang menentang Allah. Yang dimaksud dengan orang yang diberi ni'mat dalam ayat ini, ialah para nabi, para shiddieqin (orang yang sungguh-sungguh beriman), syuhada (orang-orang yang mati syahid), shaahiliin (orang-orang yang saleh).

Orang-orang yang dimurkai dan orang-orang yang sesat, ialah golongan yang menyimpang dari ajaran Islam. Perincian dan yang telah disebutkan di atas terdapat dalam ayat-ayat Al-Qur'an pada surat-surat lain.

 

 1. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. [1]

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

 2. Segala puji [2] bagi Allah, Tuhan semesta alam[3].

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

 3. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

 4. Yang menguasai[4] di Hari Pembalasan[5].

مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ

 5. Hanya Engkaulah yang kami sembah[6], dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan[7].

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

 6. Tunjukilah kami[8] jalan yang lurus,

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ

 7. (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ

 

[1]. Berarti saya memulai membaca Al-Faatihah ini dengan menyebut nama Allah. Tiap-tiap pekerjaan yang baik itu hendaklah dimulai dengan menyebut nama Allah, seperti; makan, minum, menyembelih binatang untuk dimakan dan sebagainya. Allah ialah nama Zat Yang Maha Suci, yang berhak disembah dengan sebenar-benarnya, yang tidak membutuhkan makhluk-Nya, tetapi makhluk yang membutuhkan-Nya. Ar-Rahman (Maha Pemurah), salah satu dari nama Allah, yang memberi pengertian bahwa Allah melimpahkan karunia-Nya kepada makhluk-Nya, sedangkan Ar-Rahiim (Maha Penyayang), memberi pengertian, bahwa Allah senantiasa bersifat rahmat yang menyebabkan Allah selalu melimpahkan rahmat-Nya kepada makhluk-Nya.

[2]. Alhamdu (segala puji). Memuji orang adalah karena perbuatannya yang baik yang dikerjakan dengan kemauannya sendiri. Maka memuji Allah berarti menyanjung-Nya karena perbuatan-Nya yang baik. Lain halnya dengan syukur yang berarti mengakui keutamaan seseorang terhadap ni'mat yang diberikannya. Kita menghadapkan segala puji kepada Allah, ialah karena Allah adalah sumber dari segala kebaikan yang patut dipuji.

[3]. Rabb (Tuhan) berati Tuhan yang dita'ati, Yang Memiliki, Mendidik dan Memelihara. Lafazh 'rabb" tidak dapat dipakai selain Tuhan kecuali kalau ada sambungannya, seperti rabbul-bait (tuan rumah), alamin (semesta alam) semua yang diciptakan Tuhan yang terdiri dari berbagai-bagai jenis dan macam, seperti; alam manusia, alam hewan, alam tumbuh-tumbuhan, benda-benda mati dan sebagainya. Allah pencipta semua alam itu.

[4]. Maalik (Yang Menguasai), dengan memanjangkan "mim" ia berarti; pemilik (yang empunya). Dapat pula dibaca dengan Malik (dengan memendekkan "mim") berati raja.

[5]. Yaumiddin (hari pembalasan), hari yang di waktu itu masing-masing manusia menerima pembalasan amalannya yang baik maupun yang buruk. Yaumiddin disebut juga "yaumullqiyaamah, yaumulhisaab, yaumuljazaa, dan sebagainya.

[6]. Na'budu diambil dari kata "ibaadah", kepatuhan dan ketundukan yang ditimbulkan oleh perasaan tentang kebesaran Allah sebagai Tuhan yang disembah, karena keyakinan bahwa Allah mempunyai kekuasaan yang mutlak terhadapnya.

[7]. Nasta'iin (minta pertolongan), diambil dari kata "isti'aanah", mengharap bantuan untuk dapat menyelesaikan suatu pekerjaan yang tidak sanggup diselesaikan dengan tenaga sendiri.

[8]. Ihdina (tunjukilah kami), diambil dari kata "hidayah", memberi petunjuk ke suatu jalan yang benar. Yang dimaksud dengan ayat ini bukan sekedar memberi hidayah saja, tetapi juga memberi taufik.

 

Tafsir Al-'Usyr Al-Akhir, Dari Al-Qur'an Al-Karim, Juz (28,29,30)



Post related
  • Tafsir Al-'Usyr Al-Akhir 2 : Keutamaan Membaca Al-Qur'an
  • Tafsir Al-'Usyr Al-Akhir 1 : Mukaddimah
  • Menyamakan Allah Dengan Makhluk
  • Muallaf : Cat Stevens , Mantan Bintang Pop (2-Habis)
  • USB Flash Disk Password Protection
    Tags
    ReligiousAl-Qur'anTafsirTafsir Al-'UsyrAl-FaatihahPembukaan
    Social Media

    Posting komentar Anda :
    Name :
    Email :
    Website :
    Comment :
    Validation word :


     


    Mutiara Tauhid
    Kaca Mata Tauhid
    Comments
    Content-Image
    Dikomentari oleh : Syamsul Arham
    Dibaca : 2105
    Judul lagunya Pujilah Allah. Linknya ada di https://www.youtube.com/watch?v=1W7vpDBBEAk

    Content-Image
    Dikomentari oleh : Yusuf
    Dibaca : 2105
    Itu kutipan lagu dari sakha judulnya apa? Sy suka lagu itu krna dl.srg dngr d radio. Tp skrg gk pernah dngr lagi. Nyari di youtube jg gk ada pdhl ingim pinya lagunya.

    Content-Image
    Dikomentari oleh : Syamsul Arham
    Dibaca : 485
    Catatan tambahan: Pahala yang akan tetap mengalir: 1. Do'a Anak Yang Sholeh 2. Shodaqoh Jariyah 3. Ilmu Yang Bermanfaat #BahanRenunganKalbu


    Hit’s Today
    Content-Image
    Dibaca : 303
    Allah subhana wa ta'ala tidak membutuhkan makhluk-Nya sekalipun itu yang kafir atau yang beriman, ...

    Content-Image
    Dibaca : 168
    Saya mengatakan kepadanya jika berhala itu tidak bisa melindungi dirinya maka apa gunanya mencari ...

    Content-Image
    Dibaca : 20
    Dinamai surat Al-Hasyr (pengusiran) diambil dari perkataan Al-Hasyr yang terdapat pada ayat 2 surat ...