SYAARAR.COM
  Home  |  Refleksi  |  Kombur  |  Religous  |  Free Code  |  Download  |
Fiqih Haji 4 : Pengantar Fiqih Haji, Haji Badal
Ditulis oleh : Syamsul Arham
Tanggal : 07 Juli 2014, 04:34:2
Dibaca : 0

Ibadah HajiBarangsiapa yang mampu menyambut panggilan haji, kemudian karena sakit atau lanjut usia tidak dapat melaksanakannya, maka dia diharuskan meminta orang lain untuk menghajikannya. Hal ini berdasarkan hadis riwayat Fadl bin Abbas ra. Bahwa seorang wanita dari Bani Khats'am berkata, "Wahai Rasulullah saw.! Sesungguhnya Allah telah mewajibkan haji kepada hamba-Nya, bapakku seorang yang sudah berumur, tidak mampu mengadakan perjalanan, apakah boleh aku menghajikannya?" Rasulullah saw. menjawab, "Boleh." 

Sahih Bukhari : Kitab Haji : No : 1417, 1721 , dan 1722 
Sahih Muslim : Kitab Haji : No : 2375, dan 2376 
Sunan Tirmizi : Kitab Haji : 811 , dan 850 
Sunan Nasai : Kitab Manasik Haji : No : 2593, dan 2594 
Sunan Abu Daud : Kitab Manasik : No : 1544 
Sunan Ibnu Majah : Kitab Manasik : No : 2898 
Musnad Ahmad : Kitab Musnad Bani Hasyim : No : 1792, 2153, 2884 , dan 3203
Musnad Ahmad : Kitab Riwayat Sepuluh Sahabat Yang Diberitakan Masuk Surga : No : 530, dan 1277  Muwata Malik : Kitab Haji : No : 703 

Ini pendapat Imam Syafi'i, Imam Ahmad dan Imam Abu Hanifah. Sementara Imam Malik berkata, "Tidak wajib."

Apabila seorang yang sakit setelah dihajikan sembuh, maka kewajiban hajinya tidak gugur. Yang bersangkutan wajib mengulanginya. Menurut Imam Ahmad kewajibannya telah gugur. Barangsiapa yang melaksanakan haji nazar sementara dia belum melaksanakan haji Islamnya, maka haji nazarnya itu dibalas sebagai haji Islam dan setelah itu ia harus menunaikan haji nazarnya.

Barangsiapa yang meninggal dunia, belum malaksanakan haji Islam atau haji nazar, maka walinya wajib untuk menunaikan haji tersebut dengan biaya dari harta si mayit. Ini pendapat ulama Syafi'i dan Hambali.

Ulama Hanafi dan Maliki berpendapat, "Ahli waris tidak wajib menghajikan si mayit kecuali jika si mayit mewasiatkannya, maka ia dihajikan dengan biaya tidak lebih dari sepertiga harta warisan."

Orang yang melaksanakan haji badal disyaratkan sudah melaksanakan haji untuk dirinya baik mampu atau tidak. Hal ini berdasarkan hadis riwayat Ibnu Abbas r.a., Bahwa Rasulullah saw. mendengar seorang laki-laki berkata, "Aku penuhi panggilan- Mu untuk Syabramah." Rasulullah saw. bertanya, "Apakah engkau telah melaksanakan haji untuk dirimu?" Ia menjawab, "Belum." Beliau bersabda, "Hajilah untuk dirimu kemudian laksanakan haji untuk Syabramah."

Sunan Abu Daud : Kitab Manasik : No : 1546 
Sunan Ibnu Majah : Kitab Manasik : 2894  



Post related
  • Fiqih Haji 4 : Pengantar Fiqih Haji, Haji Ifrad
  • Fiqih Haji 3 : Pengantar Fiqih Haji, Haji Qiran
  • Fiqih Haji 2 : Pengantar Fiqih Haji, Haji Tamattu'
  • Fiqih Haji 1 : Pengantar Fiqih Haji
  • Multipan / Panci Serbaguna
    Tags
    Social Media

    Posting komentar Anda :
    Name :
    Email :
    Website :
    Comment :
    Validation word :


     

    ┬ęSYAARAR.Com. All rights reserved.