SYAARAR.COM
  Home  |  Refleksi  |  Kombur  |  Religous  |  Free Code  |  Download  |
Al-Hadist : Shahih Riyadhus Shalihin, Kitab Keyakinan dan Tawakkal, Hadist No.26/2[78]
Ditulis oleh : Syamsul Arham
Tanggal : 09 Juli 2014, 23:48:3
Dibaca : 2412

Kitab Riyadhus Shalihin

26/2[78] - Diriwayatkan dari Jabir, bahwasanya ia pernah berperang bersama-sama dengan Nabi saw. menuju ke arah Najd. Ketika Rasulullah saw. kembali, maka kami pun ikut kembali, lalu tiba-tiba kami terkantuk pada sebuah lembah yang banyak pohon berduri, kemudian Rasulullah saw. turun dan membagi sahabat-sahabatnya untuk berteduh di bawah pohon serta menggantungkan pedangnya. Kemudian Rasulullah saw. tiba-tiba mmanggil kami, sedangkan di dekat beliau ada seorang badui. Beliau bersabda: "Sesungguhnya orang ini telah menghunus pedangku sewaktu aku sedang tidur, lalu aku bangun dari tidurku sedangkan pedangku itu terhunus di tangannya, kemudian orang ini berkata, "Siapakah yang dapat menjagamu dari serangku ini?" Aku (Nabi saw.) menjawab: "Allah" tiga kali. Kemudian beliau tidak bertindak apa-apa dan langsung duduk."

H.R.Bukhari (4135) dan Muslim (843)

Dalam riwayat lain disebutkan, Jabir menuturkan, "Kami pernah bersama-sama dengan Rasulullah saw. berperang di Dzatur Riqa. Ketika kami sampai pada suatu pohon yang rindang, kami meninggalkan Rasulullah saw. di bawah pohon tersebut (untuk beristirahat). Lantas datanglah lelaki musyrik sedangkan pedang beliau tergantung di batang pohon. lelaki tadi menghunusnya seraya bertanya kepada Nabi saw. "Takutkah kamu kepadaku?" Nabi saw. menjawab: "Tidak." Ia bertanya lagi, "Siapakah yang dapat menjagamu dari seranganku ini?" Nabi saw. menjawab: "Allah."

Dan dalam riwayat Abu Bakar Al Isma'ily dalam kitab Shahihnya disebutkan, lelaki (musyrik) itu bertanya kepada Nabi saw. "Siapakah yang dapat menjagamu dari seranganku ini?" Nabi saw. menjawab: "Allah." Maka jatuhlah pedang itu dari tanganya, lalu Rasulullah saw. mengambil pedang itu seraya bertanya: "Siapakah yang dapat menjagamu dari seranganku ini?" Lelaki itu menjawab, "Jadilah engkau sebaik-baik orang yang memegang pedang." Nabi saw. bersabda: "Apakah kamu menyaksikan bahwa tidak ada sesembahan yang hak selain Allah dan bahwasanya aku adalah utusan Allah?" Ia menjawab, "Tidak, tetapi aku berjani tidak akan memerangimu lagi dan aku tidak akan bersekutu dengan orang-orang yang memerangimu." Kemudian Nabi saw. melepaskan orang itu dan datang kepada para sahabatnya seraya bersabda: "Aku datang kepada kalian untuk memberitahukan bahwa aku baru bertemu dengan sebaikl-baik manusia."

Shahih Riyadhus Shalihin
Karya Imam Abu Zakaria Yahya bin Syaraf An Nawawi



Post related
  • Al-Hadist : Bulughul Maram, Bab Shaum Sunnah Dan Shaum Yang Dilarang, Hadits No. 701
  • Al-Hadist : Bulughul Maram, Bab Shaum Sunnah Dan Shaum Yang Dilarang, Hadits No. 700
  • Al-Hadist : Bulughul Maram, Bab Shaum Sunnah Dan Shaum Yang Dilarang, Hadits No. 699
  • Al-Hadist : Bulughul Maram, Bab Shaum Sunnah Dan Shaum Yang Dilarang, Hadits No. 698
  • Multipan / Panci Serbaguna
    Tags
    Al-HadistShahih Riyadhus ShalihinImam Abu Zakaria Yahya bin Syaraf An NawawiKeyakinanTawakkal
    Social Media

    Posting komentar Anda :
    Name :
    Email :
    Website :
    Comment :
    Validation word :


     

    ┬ęSYAARAR.Com. All rights reserved.
    Table './k4495279_syaarar/sa_stat_page_requested' is marked as crashed and should be repaired