Category : Religious > Khasanah
Author ; Syamsul Arham
Date : 11 Juli 2014, 20:31:49
Hits : 15565

Dia seorang hafiz Al Quran 30 jus, pernah belajar di Seri Petaling, dia berasal dari Burma. Dia berencana untuk kembali kekampung halamannya, tapi pasportnya sudah tidak berlaku lagi. Dia di tinggalkan di madrasah semenjak kecil. Sekarang dia tak punya dokumen, Mungkin dia di tahan sebab tidak memilki dokumen. Masya Allah, banyak orang yang mengenalnya di Kelantan sebagai imam.

Semoga Allah mudahkan urusan sahabat ini.

Terkait bacaan yang dibacakannya, berikut rangkuman yang kami kutip dari akun pfacebook "Sukan Star TV":

Mari Kita Faham Ayat Yang Di Baca oleh hamba Allah Ini ...

Tadabbur Quran : Surah Al Qalam ayat 10 – 16 - Al Quran menyifati manusia dengan sembilan sifat tercela antaranya

1) Pertama, Hallaf iaitu banyak bersumpah. Tidak ada yang banyak bersumpah kecuali orang yang tidak jujur,

2) Kedua, mahiin, iaitu Hina. Tidak menghormati dirinya. Masyarakat pun tidak menghormati perkataannya.

3) Ketiga, Hammaz, iaitu, Banyak Mencela. Yang suka mencela dan mencaci manusia dengan perkataan dan isyarat, baik di hadapan yang bersangkutan maupun di belakangnya.

4) Keempat, Masysyaa-in bi namiim iaitu kesana kemari menghambur fitnah. Berjalan kesana kemari di antara manusia dengan menyampaikan hal-hal yang merusak hati mereka, memutuskan hubungan di antara mereka, dan menghilangkan kasih sayang sesama mereka.

5) Kelima, manna’in lil khairi, iaitu Sangat enggan berbuat Baik. Enggan berbuat baik terhadap dirinya sendiri dan orang lain.

6) Keenam, mu’tadin, iaitu melampaui batas. Melampaui batas kebenaran dan keadilan secara mutlak. Kemudian dia juga melampaui batas terhadap Nabi saw dan terhadap kaum muslimin.

7) Ketujuh, atsii, iaitu Banyak Dosa. Suka melakukan kemaksiatan-kemaksiatan.

8) Kelapan, ‘utull, iaitu Selain itu semua, dia juga kaku dan kasar.

9) Kesembilan, zaniim, iaitu terkenal kejahatannya. Ini adalah penutup sifat-sifat tercela dan dibenci yang terhimpun pada setiap musuh Islam. Tidak ada yang memusuhi Islam dan terus memusuhinya kecuali manusia-manusia yang bersifat tercela seperti ini.

Semoga mendapatkan pasport untuk masuk surga.

Link video: Alunan Al-Qur'an dari Penjara

 

Berikut kutipan ayat yang di baca;

القلم
AL-QALAM
Surat : 68
Ayat : 52

Makkiyyah

 

11. yang banyak mencela, yang kian ke mari menghambur fitnah, هَمَّازٍ مَشَّاءٍ بِنَمِيمٍ
12. yang banyak menghalangi perbuatan baik, yang melampaui batas lagi banyak dosa, مَنَّاعٍ لِلْخَيْرِ مُعْتَدٍ أَثِيمٍ
13. yang kaku kasar, selain dari itu, yang terkenal kejahatannya, عُتُلٍّ بَعْدَ ذَٰلِكَ زَنِيمٍ
14. karena dia mempunyai (banyak) harta dan anak. أَنْ كَانَ ذَا مَالٍ وَبَنِينَ
15. Apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, ia berkata: "(Ini adalah) dongeng-dongengan orang-orang dahulu kala". إِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِ آيَاتُنَا قَالَ أَسَاطِيرُ الْأَوَّلِينَ
16. Kelak akan Kami beri tanda dia di belalai(nya). سَنَسِمُهُ عَلَى الْخُرْطُومِ
17. Sesungguhnya Kami telah mencobai mereka (musyrikin Mekah) sebagaimana Kami telah mencobai pemilik-pemilik kebun, ketika mereka bersumpah bahwa mereka sungguh-sungguh akanmemetik (hasil)nya di pagi hari, إِنَّا بَلَوْنَاهُمْ كَمَا بَلَوْنَا أَصْحَابَ الْجَنَّةِ إِذْ أَقْسَمُوا لَيَصْرِمُنَّهَا مُصْبِحِينَ
18. dan mereka tidak menyisihkan (hak fakir miskin), وَلَا يَسْتَثْنُونَ
19. lalu kebun itu diliputi malapetaka (yang datang) dari Tuhanmu ketika mereka sedang tidur, فَطَافَ عَلَيْهَا طَائِفٌ مِنْ رَبِّكَ وَهُمْ نَائِمُونَ
20. maka jadilah kebun itu hitam seperti malam yang gelap gulita. فَأَصْبَحَتْ كَالصَّرِيمِ
21. lalu mereka panggil memanggil di pagi hari: فَتَنَادَوْا مُصْبِحِينَ
22. "Pergilah diwaktu pagi (ini) ke kebunmu jika kamu hendak memetik buahnya". أَنِ اغْدُوا عَلَىٰ حَرْثِكُمْ إِنْ كُنْتُمْ صَارِمِينَ
23. Maka pergilah mereka saling berbisik-bisik. فَانْطَلَقُوا وَهُمْ يَتَخَافَتُونَ
24. "Pada hari ini janganlah ada seorang miskinpun masuk ke dalam kebunmu". أَنْ لَا يَدْخُلَنَّهَا الْيَوْمَ عَلَيْكُمْ مِسْكِينٌ
25. Dan berangkatlah mereka di pagi hari dengan niat menghalangi (orang-orang miskin) padahal mereka (menolongnya). وَغَدَوْا عَلَىٰ حَرْدٍ قَادِرِينَ
26. Tatkala mereka melihat kebun itu, mereka berkata: "Sesungguhnya kita benar-benar orang-orang yang sesat (jalan), فَلَمَّا رَأَوْهَا قَالُوا إِنَّا لَضَالُّونَ
27. bahkan kita dihalangi (dari memperoleh hasilnya)". بَلْ نَحْنُ مَحْرُومُونَ
28. Berkatalah seorang yang paling baik pikirannya di antara mereka: "Bukankah aku telah mengatakan kepadamu, hendaklah kamu bertasbih (kepada Tuhanmu)?" قَالَ أَوْسَطُهُمْ أَلَمْ أَقُلْ لَكُمْ لَوْلَا تُسَبِّحُونَ
Post related
  • Musa, Hafidz Cilik Indonesia Meraih Penghargaan Hafidz Internasional
  • Hafiz Indonesia 2014 - Musa 5,5 Tahun Dari Bangka Hafal 29 Juz
  • Yang Tercecer 81 : Syair Yang Pertama di Dunia
  • Yang Tercecer 80 : Syair Kuno dan Pers Modern
  • Social Media