SYAARAR.COM

Fiqih Haji 7 : Pengantar Fiqih Haji, Haji Anak Kecil
Ditulis oleh : Syamsul Arham
Tanggal : 06 Mei 2015, 11:31:0
Dibaca : 33638

Ibadah Haji

Anak-anak tidak diwajibkan melaksanakan ibadah haji. Apabila dia telah melaksanakan haji, hajinya sah tetapi bukan berarti telah melaksanakan haji Islam.

Diriwayatkan ada seorang wanita menggendong anak kecil mendatangi Rasulullah saw. dan berkata, "Apakah anak ini boleh melaksanakan haji?" Beliau menjawab, "Boleh, engkau mendapat pahala." 

Sahih Muslim : Kitab Haji : No : 2377
Sunan Nasai : Kitab Manasik Haji : No : 2597, 2598, 2599, 2600, dan 2601 
Sunan Abu Daud: Kitab Manasik : No : 1475 
Sunan Ibnu Majah : Kitab Manasik : No : 2898 
Musnad Ahmad : Kitab Musnad Bani Hasyim : No : 1800, 2078, 2479, 3027, dan 3033 
Muwata Malik : Kitab Haji : No : 839

Dari Jabir ra. ia berkata,"Dahulu kami melaksanakan haji bersama Rasulullah saw. ikut juga bersama kami para wanita dan anak-anak kecil. Kami mentalbiyahkan anak- anak kecil dan juga melontarkan jumrah untuk mereka."  

Sahih Muslim : Kitab Haji : No : 2377 
Sunan Nasai : Kitab Manasik Haji : No : 2597, 2598, 2599, 2600, dan 2601 
Sunan Abu Daud: Kitab Manasik : No : 1475 
Sunan Ibnu Majah : Kitab Manasik : No : 2898 
Musnad Ahmad : Kitab Musnad Bani Hasyim : No : 1800, 2078, 2479, 3027, dan 3033 
Muwata Malik : Kitab Haji : No : 839

Apabila anak kecil melasanakan haji sebelum balig, dia masih wajib melaksanakan haji bila dia sudah balig. Demikian pula hamba sahaya, apabila melaksanakan haji ketika dalam keadaan budak kemudian dia merdeka, maka dia masih wajib melaksanakan haji jika mampu.

Ibnu Abbas berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda, "Anak kecil mana saja yang melaksanakan haji, setelah balig dia wajib melaksanakan haji sekali lagi. Siapa saja hamba yang melaksanakan haji kemudian merdeka, dia wajib melaksanakan haji sekali lagi." Jika anak kecil tersebut sudah mumayyiz, maka dia berniat ihram untuk dirinya sendiri dan melaksanakan manasik haji. Jika belum mumayyiz, maka walinyalah yang meniatkan ihram, mentalbiyahkan, tawaf dan sai bersamanya, wukuf di Arafah dan melontarkan jumrah untuknya.

Jika ia baligh sebelum wuquf di Arafah atau di Arafah, maka ia mendapatkan pahala haji Islam. Imam Malik berpendapat, "Hajinya tidak sah." Ulama Hanafi berpendapat, "Hajinya sah jika ihramnya diperbaharui setelah ia balig."



Post related
  • Fiqih Haji 6 : Pengantar Fiqih Haji, Haji Wanita
  • Fiqih Haji 5 : Pengantar Fiqih Haji, Haji Badal
  • Fiqih Haji 4 : Pengantar Fiqih Haji, Haji Ifrad
  • Fiqih Haji 3 : Pengantar Fiqih Haji, Haji Qiran
  • USB Flash Disk Password Protection
    Tags
    Fiqih HajiPengantar Fiqih HajiHajiHaji Anak Kecil
    Social Media

    Posting komentar Anda :
    Name :
    Email :
    Website :
    Comment :
    Validation word :


     


    Mutiara Tauhid
    Majelis Tafakur
    Comments
    Content-Image
    Dikomentari oleh : Syamsul Arham
    Dibaca : 2105
    Judul lagunya Pujilah Allah. Linknya ada di https://www.youtube.com/watch?v=1W7vpDBBEAk

    Content-Image
    Dikomentari oleh : Yusuf
    Dibaca : 2105
    Itu kutipan lagu dari sakha judulnya apa? Sy suka lagu itu krna dl.srg dngr d radio. Tp skrg gk pernah dngr lagi. Nyari di youtube jg gk ada pdhl ingim pinya lagunya.

    Content-Image
    Dikomentari oleh : Syamsul Arham
    Dibaca : 485
    Catatan tambahan: Pahala yang akan tetap mengalir: 1. Do'a Anak Yang Sholeh 2. Shodaqoh Jariyah 3. Ilmu Yang Bermanfaat #BahanRenunganKalbu


    Hit’s Today
    Content-Image
    Dibaca : 303
    Allah subhana wa ta'ala tidak membutuhkan makhluk-Nya sekalipun itu yang kafir atau yang beriman, ...

    Content-Image
    Dibaca : 171
    Saya mengatakan kepadanya jika berhala itu tidak bisa melindungi dirinya maka apa gunanya mencari ...

    Content-Image
    Dibaca : 20
    Dinamai surat Al-Hasyr (pengusiran) diambil dari perkataan Al-Hasyr yang terdapat pada ayat 2 surat ...