SYAARAR.COM
  Home  |  Refleksi  |  Kombur  |  Religous  |  Free Code  |  Download  |
Fiqih Haji 7 : Pengantar Fiqih Haji, Haji Anak Kecil
Ditulis oleh : Syamsul Arham
Tanggal : 06 Mei 2015, 11:31:0
Dibaca : 33984

Ibadah Haji

Anak-anak tidak diwajibkan melaksanakan ibadah haji. Apabila dia telah melaksanakan haji, hajinya sah tetapi bukan berarti telah melaksanakan haji Islam.

Diriwayatkan ada seorang wanita menggendong anak kecil mendatangi Rasulullah saw. dan berkata, "Apakah anak ini boleh melaksanakan haji?" Beliau menjawab, "Boleh, engkau mendapat pahala." 

Sahih Muslim : Kitab Haji : No : 2377
Sunan Nasai : Kitab Manasik Haji : No : 2597, 2598, 2599, 2600, dan 2601 
Sunan Abu Daud: Kitab Manasik : No : 1475 
Sunan Ibnu Majah : Kitab Manasik : No : 2898 
Musnad Ahmad : Kitab Musnad Bani Hasyim : No : 1800, 2078, 2479, 3027, dan 3033 
Muwata Malik : Kitab Haji : No : 839

Dari Jabir ra. ia berkata,"Dahulu kami melaksanakan haji bersama Rasulullah saw. ikut juga bersama kami para wanita dan anak-anak kecil. Kami mentalbiyahkan anak- anak kecil dan juga melontarkan jumrah untuk mereka."  

Sahih Muslim : Kitab Haji : No : 2377 
Sunan Nasai : Kitab Manasik Haji : No : 2597, 2598, 2599, 2600, dan 2601 
Sunan Abu Daud: Kitab Manasik : No : 1475 
Sunan Ibnu Majah : Kitab Manasik : No : 2898 
Musnad Ahmad : Kitab Musnad Bani Hasyim : No : 1800, 2078, 2479, 3027, dan 3033 
Muwata Malik : Kitab Haji : No : 839

Apabila anak kecil melasanakan haji sebelum balig, dia masih wajib melaksanakan haji bila dia sudah balig. Demikian pula hamba sahaya, apabila melaksanakan haji ketika dalam keadaan budak kemudian dia merdeka, maka dia masih wajib melaksanakan haji jika mampu.

Ibnu Abbas berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda, "Anak kecil mana saja yang melaksanakan haji, setelah balig dia wajib melaksanakan haji sekali lagi. Siapa saja hamba yang melaksanakan haji kemudian merdeka, dia wajib melaksanakan haji sekali lagi." Jika anak kecil tersebut sudah mumayyiz, maka dia berniat ihram untuk dirinya sendiri dan melaksanakan manasik haji. Jika belum mumayyiz, maka walinyalah yang meniatkan ihram, mentalbiyahkan, tawaf dan sai bersamanya, wukuf di Arafah dan melontarkan jumrah untuknya.

Jika ia baligh sebelum wuquf di Arafah atau di Arafah, maka ia mendapatkan pahala haji Islam. Imam Malik berpendapat, "Hajinya tidak sah." Ulama Hanafi berpendapat, "Hajinya sah jika ihramnya diperbaharui setelah ia balig."



Post related
  • Fiqih Haji 6 : Pengantar Fiqih Haji, Haji Wanita
  • Fiqih Haji 5 : Pengantar Fiqih Haji, Haji Badal
  • Fiqih Haji 4 : Pengantar Fiqih Haji, Haji Ifrad
  • Fiqih Haji 3 : Pengantar Fiqih Haji, Haji Qiran
  • Tags
    Social Media

    Posting komentar Anda :
    Name :
    Email :
    Website :
    Comment :
    Validation word :


     

    ┬ęSYAARAR.Com. All rights reserved.