SYAARAR.COM

Hikmah : Hartamu Adalah Milik Ibumu
Ditulis oleh : Syamsul Arham
Tanggal : 30 Maret 2016, 13:51:3
Dibaca : 10451

Kakek dan Nenek

Dalam kehidupan modern sekarang ini yang serba materialistik dimana adab dan tuntunan yang sudah digariskan dalam Al-Qur'an dan Hadist banyak sudah yang dilanggar tidak lagi menjadi pegangan hidup.

Salah satu yang menjadi budaya yang sudah menjadi standard dimasa kini terutama dikalangan yang terpelajar adalah adab terhadap orang-tua.

Dalam kehidupan sekarang ini sudah menjadi hal yang lumrah, kehidupan anak yang tidak boleh dicampuri oleh orang-tua. Anak silahkan punya rumah-tangga sendiri, orang-tua tidak boleh ikut campur. Jika anak sudah punya rumah sendiri, silahkan tinggal dirumah sendiri, orang-tua tinggal dirumahnya sampai dia tua.

Bila orang-tua sudah uzur dan tidak bisa mandiri, maka bisa dicarikan pengasuh yang akan merawat orang-tua dimasa tuanya atau jika tidak ingin repot bisa dititipkan di rumah panti jompo.

Jika kita melihat perjuangan seorang ibu atau ayah dalam keluarga, maka itu tidak bisa diukur atau digantikan dengan apapun. Bagaimana mereka berjuang mulai dari saat melahirkan, membesarkan, menyekolahkan sampai digerbang perkawinan, mereka menghantarkan kita dengan sabar padahal banyak hal yang sudah mereka lalui untuk memperjuangkan kita untuk bisa hidup lebih layak dan berpendidikan tinggi.

Mereka siap untuk menderita untuk bisa mempertahankan buah hati yang telah mereka. Mereka juga siap menghadapi berbabagi tantangan dan bahakan rasa malu hanya agar memperjuangkan penerus keturunan yang akan mengangkat harkat dan martabat mereka.

Tapi ada daya, kenyataan hidup dijaman modern ini tidak lagi seindah hidup dijaman dahulu kala dimana orang-tua dimasa tuanya akan terjamin hidupnya oleh sang anak dan menantu. Mereka banyak dibiarkan hidup sendiri bahkan dibuang ke rumah jompo hanya dengan alasan tidak mau direpotkan oleh orang-tua.

Dalam surat AL-ISRAA´ Surat : 17 Ayat: 23 disebutkan:

 

إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا 

Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. AL-ISRAA´ Surat : 17 Ayat: 23

 

Bahwa disini disebutkan: "Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu" menunjukkan bahwa orang-tua merupakan tanggung-jawab anak pada masa tua-nya. Kita tidak boleh menelantarkan orang-tua kita apalagi mencampakkannya ke panti jompo hanya karena kita tidak mau direpotkan atau tidak mau ribut dengan suami atau istri.

Bagi beberapa kalangan ada yang mensiasatinya dengan tetap menjadikan orang-tua tinggal dirumah, tapi diperlakukan sebagai pembantu. Pembantu yang bertugas memasak, membersihkan rumah, mengasuh anak (cucu), menyiapkan keperluan penghuni rumah dan sebagainya.

Sehingga tidak mustahil dalam banyak kasus terjadi perselisihan antara orang-tua dengan anak dengan berbagai alasan, baik itu dengan alasan tidak cocok dengan menantu atau kondisi rumah yang memang tidak kondusif bagi orang-tua.

 

Dalam salah satu hadist Rasulullah saw:

 

Rasulullah saw. bersabda: "Engkau dan semua hartamu adalah milik ayah dan ibumu"

(HR.Ibnu Majah)

 

Dari sini sudah jelas, bahwa orang-tua adalah merupakan kewajiban dan tanggung-jawab anak untuk merawat dan memberikan tempat tinggal yang layak dirumah sendiri. Orang-tua tidak boleh dibuang ke rumah jompo atau dijadikan sebagai pembantu, tapi dia tetap tinggal bersama kita sebagai orang-tua yang akan tetap mengasuh dan menjaga kita serat para cucunya sampai akhir hayat menjemput. Karena dari orang-tualah keselamatan dan kesuksesan seorang anak akan terangkat, karena surga itu ada di bawah telapak kaki ibu.

Orang-tua adalah penasehat hidup, yang akan selalu mengingatkan dan mengarahkan kita jika kita lupa, salah dan hidup. Mereka akan selalu memberikan kemudahan bagi kita dalam menghadapi kerasnya hidup dijaman yang penuh dengan tantangan.

Apakah kita sudah menjadikan orang-tua kita sebagai raja di rumah kita?



Post related
  • Hikmah : Cinta Dunia atau Cinta Akhirat
  • Paham Keagamaan Yang Instan Dengan Kesesatan
  • Amalan Yang Terhalang Oleh Ridha Ibu
  • Hikmah : Mencintai Wanita Yang Engkau Nikahi
  • Tags
    HikmahHartaOrang Tua
    Social Media

    Posting komentar Anda :
    Name :
    Email :
    Website :
    Comment :
    Validation word :


     


    Mutiara Tauhid
    Mutiara Tauhid Bandung
    Comments
    Content-Image
    Dikomentari oleh : Syamsul Arham
    Dibaca : 2111
    Judul lagunya Pujilah Allah. Linknya ada di https://www.youtube.com/watch?v=1W7vpDBBEAk

    Content-Image
    Dikomentari oleh : Yusuf
    Dibaca : 2111
    Itu kutipan lagu dari sakha judulnya apa? Sy suka lagu itu krna dl.srg dngr d radio. Tp skrg gk pernah dngr lagi. Nyari di youtube jg gk ada pdhl ingim pinya lagunya.

    Content-Image
    Dikomentari oleh : Syamsul Arham
    Dibaca : 488
    Catatan tambahan: Pahala yang akan tetap mengalir: 1. Do'a Anak Yang Sholeh 2. Shodaqoh Jariyah 3. Ilmu Yang Bermanfaat #BahanRenunganKalbu


    Hit’s Today
    Content-Image
    Dibaca : 18
    Saya mengatakan kepadanya jika berhala itu tidak bisa melindungi dirinya maka apa gunanya mencari ...

    Content-Image
    Dibaca : 9
    Di dalam pedoman MUI, ada sepuluh paling tidak suatu paham yang dinyatakan sesat, sebagaimana ...

    Content-Image
    Dibaca : 4
    Dinamai surat Al-Hasyr (pengusiran) diambil dari perkataan Al-Hasyr yang terdapat pada ayat 2 surat ...