SYAARAR.COM

Hikmah : Umar bin Abdul Aziz Menunda Hukuman Karena Marah
Ditulis oleh : Syamsul Arham
Tanggal : 20 April 2016, 16:41:1
Dibaca : 11320

Umar bin Abdul Aziz

REPUBLIKA.CO.ID, Ada kisah menarik pada sosok khalifah Bani Umayyah, Umar bin Abdul Aziz, menyangkut sifat marah. Suatu saat khalifah beperkara dengan seorang yang sedang mabuk. Ketika ditangkap dan akan dihukum, orang itu tiba-tiba memaki dan menyumpah-serapahi khalifah. Mendengar itu, khalifah langsung menunda proses hukumnya.

''Andaikan kau tidak membuatku marah, niscaya aku sudah menghukummu,'' ucap khalifah. ''Wahai Amiral Mukminin, mengapa setelah pemabuk itu memaki Anda, tiba-tiba Anda membatalkan proses hukumnya?'' tanya seorang warga yang menyaksikan kejadian itu.

''Saudaraku, karena ia membuatku jengkel, maka andaikan aku menghukumnya, mungkin itu karena marahku kepadanya. Dan saya tidak suka memproses hukum seseorang hanya karena membela (kepentingan) diriku.''Galibnya ego penguasa, cicit Umar bin Al-Khaththab yang dianggap sebagai Khulafa Al-Rasyidin kelima ini bisa saja melampiaskan kemarahannya.

Meski begitu, ia dapat dengan cepat menguasai diri. Bukan membalasnya dengan umpatan atau merekayasa dengan imbuhan hukuman. Sebaliknya, ia justru mampu mengidentifikasi bahwa dirinya sedang marah, karena itu seyogianya ia menangguhkan proses hukum warganya yang seharusnya didera itu.

Memang, memaafkan di saat kita kuasa untuk membalasnya tidaklah gampang. Dibutuhkan kekuatan, kesabaran, dan keimanan untuk itu. Karena, sabar tidaknya seseorang itu tidak dapat diketahui selain di saat marah, bukan? Bukankah orang yang mampu menyapih amarah dan memaafkan kesalahan orang lain itu lebih dicintai Allah?

Dalam Alquran Allah menegaskan, orang yang mampu menahan amarah termasuk golongan orang bertakwa yang berhak atas surga. (QS Ali Imran [3] ayat 133-134).Nabi juga pernah berpesan, ''Orang yang kuat bukanlah orang yang tangkas dalam bertarung, melainkan orang yang bisa menyapih diri ketika marah.'' (HR Malik).

 

Oleh Abdul Aziz Safa


Sumber : Republika



Post related
  • Hikmah : Tidak Ada Tempat Untuk Rasisme Dalam Islam
  • Hikmah : Hartamu Adalah Milik Ibumu
  • Hikmah : Cinta Dunia atau Cinta Akhirat
  • Paham Keagamaan Yang Instan Dengan Kesesatan
  • Multipan / Panci Serbaguna
    Tags
    HikmahUmar bin Abdul AzizMarahHukuman
    Social Media

    Posting komentar Anda :
    Name :
    Email :
    Website :
    Comment :
    Validation word :


     


    Mutiara Tauhid
    Mutiara Tauhid
    Comments
    Content-Image
    Dikomentari oleh : Syamsul Arham
    Dibaca : 2111
    Judul lagunya Pujilah Allah. Linknya ada di https://www.youtube.com/watch?v=1W7vpDBBEAk

    Content-Image
    Dikomentari oleh : Yusuf
    Dibaca : 2111
    Itu kutipan lagu dari sakha judulnya apa? Sy suka lagu itu krna dl.srg dngr d radio. Tp skrg gk pernah dngr lagi. Nyari di youtube jg gk ada pdhl ingim pinya lagunya.

    Content-Image
    Dikomentari oleh : Syamsul Arham
    Dibaca : 488
    Catatan tambahan: Pahala yang akan tetap mengalir: 1. Do'a Anak Yang Sholeh 2. Shodaqoh Jariyah 3. Ilmu Yang Bermanfaat #BahanRenunganKalbu


    Hit’s Today
    Content-Image
    Dibaca : 18
    Saya mengatakan kepadanya jika berhala itu tidak bisa melindungi dirinya maka apa gunanya mencari ...

    Content-Image
    Dibaca : 9
    Di dalam pedoman MUI, ada sepuluh paling tidak suatu paham yang dinyatakan sesat, sebagaimana ...

    Content-Image
    Dibaca : 5
    Dinamai surat Al-Hasyr (pengusiran) diambil dari perkataan Al-Hasyr yang terdapat pada ayat 2 surat ...