SYAARAR.COM

Hikmah : Ramadan, Hadiah Yang Berharga Bagi Umat Islam
Ditulis oleh : Syamsul Arham
Tanggal : 06 Juni 2016, 11:02:2
Dibaca : 12594

Ramadhan

Ramadan, hadiah yang berharga bagi umat Islam

Keharuman bulan diberkati; Ramadhan sudah datang dan hampir semua orang mulai merasakan sensasi kegembiraan atas bulan yang penuh berkah.

Ini sangat menakjubkan, bagaimana kita melihat bulan ini dengan kegembiraan. Selama sebulan kita menghabiskan waktu lebih dari seharian tanpa minum dan makan dan pada malam hari dengan membaca Al-Qur'an yang mulia. Bagi ummat Islam, Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan begitu banyak makna dan kebaikan sampai pada hari terakhir dan bahkan anak-anak kita tidak ingin ini berakhir. Bagaimana orang bisa percaya dan tidak bergembira atas kedatangan bulan yang penuh berkah ini ketika Allah membuka pintu surga dan menutup pintu neraka.

Untuk mencapai bulan Ramadhan dan berusaha untuk beribadah di dalamnya adalah salah satu berkat terbesar dari Allh swt. Ini dijelaskan dalam hadist yang diriwayatkan oleh Talha ibn ‘Ubaydallah yang menerangkan bahwa ada dua orang yang masuk Islam secara bersamaan. Salah satu diantaranya ingin berjuang dalam berbuat baik lebih dari yang lain dan suatu hari dia ikut berperang dan mati syahid. Sedangkan yang satu orang lagi masih tetap hidup dan beberapa tahun kemudian meninggal. Talha berkata; " Aku bermimpi dimana saya melihat bahwa aku berada di pintu surga dan kedua orang itu bersama saya. Salah seorang keluar dari surga dan mempersilahkan orang yang meninggal belakangan untuk masuk terlebih dahulu. Kemudian ia (orang yang meninggal belakangan) keluar dan mempersilahkan yang mati syahid untuk masuk terlebih dahulu. Kemudian ia kembali dan berkata kepada saya; "Kembalilah, waktu untuk Anda belum tiba". Talha terbangun  dan memberitahukan akan hal ini kepada para sahabat. Mereka semua terkejut dan menyampaikannya kepada Rasulullah saw. Dan Rasulullah saw. Mengatakan; "Apa yang kamu herankan tentang ini?" Mereka berkata;"Wahai Rasulullah, dari mereka berdua, yang satu berjuang keras dalam jihad dan dia mati syahid tapi yang l ain masuk surga sebelum dia?" Rasulullah saw. Berkata;"Apakah dia tidak tingal kemudian satu tahun kemudian?" Mereka berkata; "Ya".  Rasulullah saw. Berkata; "Apakah dia tidak mencapai Ramadhan, puasa dan berdo'a dan sujud pada tahun itu?" Merek menjawab; "Ya'. Nabi saw. Berkata; "Jadi perbedaan antara mereka lebih besar dari apa yang ada antara langit dan bumi." (Sahih Ibnu Majah 2/345, 346 - Al-Albani ini 'al-Silsilah Al-Sahihah).

Itulah sebabnya mengapa ummat generasi awal selalu meminta kepada Allah swt. untuk diberi kehidupan yang panjang sehingga bisa mencapai Ramadhan berikutnya. Apakah kita akan melakukan hal yang sama atau kita hanya menyia-nyiakan hari-hari dan malam yang berharga?

Allah berfirman;"

Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur." (Al-Baqarah 185)

Menurut para ulama, kata "jadi" (fa) di ayat ini bermakna; "Bulan Ramadhan adalah salah satu bulan dimana Al-Qur'an diturunkan". Kita memperingati nuzul Qur'an di bulan Ramadhan dengan membaca, membaca, mendengarkan sambil merenungkan disiang dan malam hari. Fatimah ra. Meriwayatkan bahwa Rasulullah akan membacakan Al-Qur'an dihadapan malaikat Jibril sekali setahun disetiap bulan Ramadhan dan ia melakukannya dua kali di tahun kematiannya.

Puasa dan menghabiskan waktu dengan Al-Qur'an adalah untuk menghubungkan kita dengan Pencipta kita untuk mengisi jiwa dan iman di bulan yang diberkati. Karena tubuh yang tertahan dari makan dan minum dan jiwa diberi makanan ruhani, kita akan merasa damai. Ini adalah untuk mendorong kita bertanggung-jawab, berubah dan merformasi sebelum terlambat. Hal ini membantu kita menuju kepada perubahan yang positif dan menjadi terdepan untuk mencapai keridhaan Allah swt. Dengan melakukan perbiatan-perbuatan baik.

Dikatakan dalam kitab Qurtubi bahwa; "Nama Ramadhan berasal dari Ramida kata Arab atau ar-Ramad, yang menunjukkan panas yang hebat dan kekeringan, terutama di tanah. Disebut demikian karena Ramadhan membakar dosa dengan perbuatan baik."

Nabi (saw) mengatakan: "Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan mencari pahala, maka Allah akan mengampuni semua dosa sebelumnya."

Memang dari rahmat dan kasih sayang Allah, bahwa Dia memberikan kita kesempatan untuk meningkatkan perbuatan baik dan menjadi orang-orang yang diampuni di bulan penuh berkah ini. Mari kita pastikan, kita tidak membuatnya menjadi bulan kemalasan dan tidur atau bulan untuk berlatih memasak untuk berbuka, merencanakan kemewahan, belanja dan hiburan. Sebaiknya, marilah kita mempersiapkan diri menyambut Ramadhan dengan terencana setiap hari dengan amalan-amalan, membaca Al-Qur'an dan berbuat baik.

Menurut hadist Bukhari dan Muslim, Kita akan diberi imbalan dari niat kita untuk melakukan perbuatan baik.

Marilah kita bersungguh-sungguh untuk bertobat dari dosa-dosa kita dan belajar memaafkan, melupakan.

Ini bisa menjadi Ramadhan terakhir kita, jadi marilah kita merencakannya dengan baik dan menjadikannya yang terbaik dari yang pernah ada. Ini adalh bulan keberuntungan.

Semoga Allah swt. Memberikan kita kesempatan untuk menyaksikan Ramadhan dalam keadaan sehat dan iman yang kuta dan membantu kita untuk menjadi orang-orang yang terbaik.

 

Source: ArabNews



Post related
  • Hikmah : Marhaban Ya Ramadhan
  • Hikmah : Umar bin Abdul Aziz Menunda Hukuman Karena Marah
  • Hikmah : Tidak Ada Tempat Untuk Rasisme Dalam Islam
  • Hikmah : Hartamu Adalah Milik Ibumu
  • Tags
    HikmahRamadhan
    Social Media

    Posting komentar Anda :
    Name :
    Email :
    Website :
    Comment :
    Validation word :


     


    Mutiara Tauhid
    Mutiara Tauhid Bandung
    Comments
    Content-Image
    Dikomentari oleh : Syamsul Arham
    Dibaca : 2111
    Judul lagunya Pujilah Allah. Linknya ada di https://www.youtube.com/watch?v=1W7vpDBBEAk

    Content-Image
    Dikomentari oleh : Yusuf
    Dibaca : 2111
    Itu kutipan lagu dari sakha judulnya apa? Sy suka lagu itu krna dl.srg dngr d radio. Tp skrg gk pernah dngr lagi. Nyari di youtube jg gk ada pdhl ingim pinya lagunya.

    Content-Image
    Dikomentari oleh : Syamsul Arham
    Dibaca : 488
    Catatan tambahan: Pahala yang akan tetap mengalir: 1. Do'a Anak Yang Sholeh 2. Shodaqoh Jariyah 3. Ilmu Yang Bermanfaat #BahanRenunganKalbu


    Hit’s Today
    Content-Image
    Dibaca : 18
    Saya mengatakan kepadanya jika berhala itu tidak bisa melindungi dirinya maka apa gunanya mencari ...

    Content-Image
    Dibaca : 9
    Di dalam pedoman MUI, ada sepuluh paling tidak suatu paham yang dinyatakan sesat, sebagaimana ...

    Content-Image
    Dibaca : 4
    Dinamai surat Al-Hasyr (pengusiran) diambil dari perkataan Al-Hasyr yang terdapat pada ayat 2 surat ...