SYAARAR.COM
  Home  |  Refleksi  |  Kombur  |  Religous  |  Free Code  |  Download  |
Kolom : Siapa Lagi?
Ditulis oleh : Syamsul Arham
Tanggal : 14 Juni 2016, 09:36:3
Dibaca : 7722

Buya Gusrizal Gazahar

Siapa Lagi ?

Bila Allah swt membelenggu syaithan-syaithan dari golongan jin dengan masuknya bulan Ramadhan dan malaikat pun berseru :


يا باغي الخير أقبل و يا باغي الشر أقصر

"Wahai pencari pahala, marilah ! Wahai penyuka kemaksiatan, cukuplah sudah !" (HR. al-Tirmidziy)

 

Apakah Allah swt pencipta jin dan manusia tidak tahu bahwa hamba-hamba-NYA itu punya hak asasi ?!

Apakah malaikat yang berseru itu perlu disodorkan pula piagam hak asasi manusia ?!

Bisa jadi syari'at yang menghalangi orang makan di siang hari dengan janji-janji imbalan yang tidak tampak, juga perlu dihentikan karena itu eksploitasi emosional dan melanggar hak asasi.

Sepertinya pembuat gaduh di antara banyak orang tidur di tengah malam harus difasilitasi dan supaya jangan ada yang terganggu, kepada yang tidur harus disuguhkan pil tidur walaupun harus sekambut.

Berbagai dalil dan logika yang dipakai untuk meminta "orang berpuasa agar menghormati yang tidak berpuasa" sebenarnya adalah teori usang yang lebih tua umurnya dibandingkan keberadaan manusia di muka bumi ini.


Penganut teori ini adalah makhluk yang diceritakan oleh Allah swt dalam dua ayat berikut ini:


وَسْوَسَ إِلَيْهِ الشَّيْطَانُ قَالَ يَا آدَمُ هَلْ أَدُلُّكَ عَلَىٰ شَجَرَةِ الْخُلْدِ وَمُلْكٍ لَّا يَبْلَىٰ} [طه 

"Kemudian syaitan membisikkan pikiran jahat kepadanya, dengan berkata: "Hai Adam, maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon khuldi dan kerajaan yang tidak akan binasa?". (QS. Thaha 20:120)

 

وَقَالَ مَا نَهَاكُمَا رَبُّكُمَا عَنْ هَٰذِهِ الشَّجَرَةِ إِلَّا أَن تَكُونَا مَلَكَيْنِ أَوْ تَكُونَا مِنَ الْخَالِدِينَ} [الأعراف 

"...dan syaitan berkata: "Tuhan kamu tidak melarangmu dan mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang-orang yang kekal (dalam surga)". (QS. al-A'raf 7:20)

 

Makhluk inilah yang pertama kali membalikkan ketentuan Allah swt swt:


وَيَا آدَمُ اسْكُنْ أَنتَ وَزَوْجُكَ الْجَنَّةَ فَكُلَا مِنْ حَيْثُ شِئْتُمَا وَلَا تَقْرَبَا هَٰذِهِ الشَّجَرَةَ فَتَكُونَا مِنَ الظَّالِمِينَ} [الأعراف
" (Dan Allah berfirman): "Hai Adam bertempat tinggallah kamu dan isterimu di surga serta makanlah olehmu berdua (buah-buahan) di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu berdua mendekati pohon ini, lalu menjadilah kamu berdua termasuk orang-orang yang zalim". (QS. al-A'raf 7:19)

 

Jadi kalau ada yang mengikuti teori itu, kita sudah tahu siapa lagi mereka dan posisinya mereka dimana.

Semua kembali kepada kita apakah akan terus menerima sebagai mayoritas terhina atau akan lantang berkata, cukuplah sudah ! Jangan buat negeri ini menjadi rusak karena pengambil kebijakan yang tidak bijak.


Wallahu al-Musta'an 'ala ma yudabbirun.

 

Penulis : Buya Gusrizal Gazahar



Post related
  • Kolom : Mengaburkan Dengan "Menyejukkan"
  • Kolom : Ahli Tafsir
  • Kolom : Siapa Menanam, Dia Menuai
  • Kolom : Di Persimpangan
  • Tags
    KolomBuya Gusrizal Gazahar
    Social Media

    Posting komentar Anda :
    Name :
    Email :
    Website :
    Comment :
    Validation word :


     

    ©SYAARAR.Com. All rights reserved.
    Table './k4495279_syaarar/sa_stat_page_requested' is marked as crashed and should be repaired