SYAARAR.COM

Khasanah : Tafsir Pengkhianat
Ditulis oleh : Syamsul Arham
Tanggal : 13 Oktober 2016, 17:50:0
Dibaca : 535

Felix Siauw

Surah Al-Maaidah 51, semua ulama bersepakat arti auliya' disitu adalah pemimpin, tidak ada multitafsir bahwa kaum Muslim haram hukumnya dipimpin oleh orang kafir, sangat jelas. Apalagi yang teriak-teriak "Al-Qur'an tidak bisa dtafsirkan manusia" itu lantas ujung-ujungnya menafsirkan Al-Maaidah sekehendaknya

Al-Qur'an Petunjuk Manusia
1. Tentu ada alasan bagi saya dulu meninggalkan agama saya yang lama, dan alasan itu sampai sekarang masih sama,
2. Alasan itu ialah, kurangnya bukti yang bisa memuaskan akal, menenangkan hati, dan sesuai fitrah
3. Juga tentu ada alasannya, mengapa saya yang awalnya membenci Islam, lalu memeluk Islam.
4. Yaitu, sebab akal saya tak bisa menafikkan kebenaran Islam, bukti-buktinya terlalu kuat lagi banyak
5. Buktinya adalah Al-Qur'an, surah 2:23 menghentak rasio saya, melumpuhkannya, dan menundukkannya,
6. Argumennya Al-Qur'an ini sangat telak, tak satupun manusia (atau jin) yang mampu menyerupai Al-Qur'an
7. Maka bagi kita, Al-Qur'an adalah bukti kenabian Muhammad saw, juga bukti kebenaran Islam,
8. Al-Qur'an adalah mukjizat, informasi di dalamnya sangat rapi, ranggi, dan sistematis, gramatika sempurna
9. Istimewanya ummat Islam, tidak seperti para Nabi lainnya, yang diangkat mukjizatnya saat mereka diangkat atau wafat,
10. Tidak seperti mukjizat Nabi lainnya, Al-Qur'an tetap diperkenankan ada di dunia, sebagai bukti dan petunjuk
11. Maka Al-Qur'an bagi kaum Muslim bukan hanya bacaan, tapi petunjuk kehidupan.
12. Bersama As-Sunnah, keduanya jadi pilar utama agama Islam, sumber utama dari semua bangunan Islam
13. Akhlak, karakter, sifat, dan sikap seorang Muslim, pasti berasal dari Al-Qur'an dan As-Sunnah,
14. menyesuaikan diri dengan keduanya adalah kejayaan, dan menyelisihi keduanya artinya sengsara
15. Sebab berpegang teguh pada keduanya inilah, kita memperoleh jaminan lepas dari kesesatan dari Rasulullah,
16. Selain itu, mengikuti Al-Qur'an juga artinya ketinggian derajat di dunia, memimpin dunia dengan cahaya Islam
17. Dan inilah yang terjadi di masa Rasulullah, para sahabatnya, dan para khalifah yang melanjutkan kepemimpinan kaum Muslim,
18. Tak henti-hentinya Al-Qur'an memuliakan dan memberi kemenangan, selama kaum Muslim mengikuti petunjuknya
19. Dan kita tahu, mengapa kaum yang tak senang dengan Islam, mereka senantiasa ingin menghancurkan kaum Muslim dari dasarnya
20. Yaitu jauhkan Muslim dari Al-Qur'an dan As-Sunnah, pastilah akan hancur kaum Muslim itu

Bagaimana Al-Qur'an Dijauhkan Dari Muslim?
21. Karena itulah studi orientialisme dimulai, mereka mencari cara, bagaimana menjauhkan kaum Muslim dari Al-Qur'an,
22. Itulah satu-satunya cara, sebab mereka tak mungkin bisa mengubah Al-Qur'an
23. Dari situlah mereka menemukan cara, dikenal dengan nama "subjektivisme", atau "relativisme", bahasa gaulnya "tergantung"
24. Para orientalis berusaha mempengaruhi kaum Muslim, bahwa Al-Qur'an tidak pernah salah, tapi yang salah adalah penafsirannya,
25. Mereka ingin menggiring kaum Muslim ikut tafsiran mereka, lalu meninggalkan pemahaman sebenarnya tentang Al-Qur'an itu
26. Mereka berkata "Al-Qur'an itu kalam Allah, karenanya hanya Allah yang mengerti tafsirnya,.."
27. "..adapun manusia hanya bisa menduga, dan dugaan itu bisa jadi salah, manusia tak berhak menafsirkan"
28. Mereka juga berkata "Al-Qur'an itu dulu ditafsirkan berdasarkan konteks politik di zaman itu,.."
28. "..sehingga tidak relevan di zaman sekarang, harus ditafsirkan ulang, sesuai kondisi yang ada"
29. Yang mereka inginkan sebenarnya adalah, kaum Muslim melepaskan diri dari Al-Qur'an dan As-Sunnah,
30. Serta menjauh dari ulama dan mufasir yang ikhlas, dan memasukkan tafsiran mereka sendiri, tafsir liberal
31. Memang aneh, orang yang tak mengimani bahkan mengingkari Al-Qur'an, tapi mengajari kaum Muslim bagaimana menyikapi Al-Qur'an.
32. Lebih aneh lagi, ada Muslim yang mengikutinya, membebek kepadanya, membelanya mati-matian, menjual kehormatan
33. Jadi pandangan seperti itu bukan pandangan Islam, melainkan dari orientalis sejak dulu, yang memang ingin menghancurkan Islam,
34. Perang pemikiran jadi jalan mereka satu-satunya setelah kalah terus-menerus dalam perang fisik

Para Penafsir Al-Qur'an Yang Terpercaya
35. Sedangkan dalam pandangan Islam sendiri, Al-Qur'an dan As-Sunnah adalah petunjuk kehidupan,
36. Tuntunan mendetil tentang bagaimana selamat di dunia dan bahagia di akhirat kelak
37. Tentu sangat aneh, apabila Allah menurunkan Al-Qur'an untuk jadi petunjuk bagi manusia, namun manusia tak bisa mengetahui maknanya
38. Artinya, semua yang ada di dalam Al-Qur'an dan As-Sunnah tentu bermanfaat bagi manusia,
39. Al-Qur'an itu tuntunan hidup di dunia, perintah dan larangan Allah bagi manusia, yang kelak akan dihisab-Nya
40. Al-Qur'an sebagai kerangka tentu tidak berdiri sendiri, ada Rasulullah yang menjelaskan tatacara praktis penerapan Al-Qur'an,
41. Misalnya Rasulullah mengkhususkan yang umum, membatasi yang mutlak mendetailkan yang global, dan lainnya
42. Maka tentu penerapan Al-Qur'an yang paling shahih, adalah perilaku Rasulullah saw,
43. maka wajar saat menceritakan suaminya, Aisyah ra berucap "bahwa akhlaknya (Muhamamad) ialah Al-Qur'an
44. Dan siapakah yang paling tahu tentang perilaku Rasulullah saw? Tentu saja para sahabatnya,
45. Yaitu mereka, yang sehari-hari bersamanya, paling memahami dirinya, dan yang Allah ridha pada mereka semua
46. Maka kita kenal mufasir sekelas Ibnu Abbas, yang walau muda, namun memahami surah An-Nashr lebih dari sahabat yang lain,
47. sebab Ibnu Abbas lama menemani Rasul, dan belajar dari beliau, serta beliau didoakan Rasulullah agar faqih dalam agama
48. Para sahabat awal inilah yang kelak akan mewariskan semua yang mereka pahami, kepada pengikut mereka (tabi'in)
49. yang selanjutkya akan mewariskan lagi pada pengikut dibawahnya (tabiut tabi'in)
50. Dalam hadits, "Sebaik-baik maunusia adalah generasiku, kemudian mereka yang mengiringinya, lalu mereka yang mengiringinya" (HR Bukhari)
51. Begitu terus menerus generasi penjaga Islam itu berlanjut, murid belajar pada gurunya,
52. hingga pemahamannya berlanjut pada Rasulullah saw, yang paling memahami Al-Qur'an
53. Dewasa ini kita kenal kitab-kitab tafsir yang tak perlu diragukan lagi, sudah terpercaya dan teruji
54. Bahwasanya ia yang paling dekat maknanya dengan apa yang disampaikan Rasulullah saw, sesuai maksud Allah Swt

Pilih Tafsir Ulama Atau Tafsir Pengkhianat?
55. Disitu kita bisa memilih kitab tafsir yang mana yang kita inginkan, Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Jalalayn, Tafsir Thabari,
56. Atau kitab tafsir yang lain yang sama kualitasnya, yang runut sanadnya hingga Rasulullah saw
57. Artinya? Klaim bahwa Al-Qur'an itu tidak bisa dan tidak boleh ditafsirkan manusia,
58. bahwa hanya Allah yang tahu maksud ayat-ayat Al-Qur'an, tentu pemahaman yang salah, dan tidak berdasar ilmu
59. Misalnya surah Al-Maaidah 51, semua ulama bersepakat arti auliya' disitu adalah pemimpin,
60. tidak ada multitafsir bahwa kaum Muslim haram hukumnya dipimpin oleh orang kafir, sangat jelas
61. Apalagi yang teriak-teriak "Al-Qur'an tidak bisa dtafsirkan manusia" itu lantas ujung-ujungnya menafsirkan Al-Maaidah sekehendaknya
62. Lalu dia berkata, "ayat Al-Maaidah tidak ada kaitannya dengan politik!", Nah lo
63. Katanya ulama tidak boleh dan tidak bisa menafsirkan Al-Qur'an, lho kok malah yang bukan siapa-siapa boleh menafsir Al-Qur'an?
64. Sangat-sangat tidak logis dan pernyataan yang labil, tidak berdasar dan tidak berilmu
65. Mudah-mudahan tulisan ini bisa mencerahkan, membuat kita semakin yakin, bahwa Al-Qur'an adalah petunjuk manusia paling tinggi
66. Juga kita sadar bahwa pengkhianat selalu ada di setiap perjuangan, hanya berganti bentuk, namun akan berakhir sama-sama hina

Felix Siauw ‏@felixsiauw



Post related
  • Hikmah : Ahli Mufassir
  • Tafsir Al-'Usyr Al-Akhir 6 : Al Mumtahanah
  • Bagaimana Kita Tahu Quran Tidak Berubah?
  • Tan Guan Neo Membesarkan Seorang Cucunya Yang Muslim
  • Tags
    KhasanahTafsirMufassirAl-Qur'an
    Social Media

    Posting komentar Anda :
    Name :
    Email :
    Website :
    Comment :
    Validation word :


     


    Last Posted
    Content-Image
    Dibaca : 9
    Normalkah bila memburu rezeki dijadikan nomor satu, sementara memburu amal soleh dijadikan nomor dua?   Normalkah untuk sesuatu ...

  • Fiqih Haji 18 : Tawaf Ifadah
  • Fiqih Haji 15 : Bertolak Ke ...
  • Note : Ampunkan Seorang Lelaki Ya ...
  • Quote : Hidup Bermanfaat
  • RENUNGAN MUTIARA TAUHID #40 : TAMPIL ...
  • Mutiara Tauhid
    Akupun Tau
    Comments
    Content-Image
    Dikomentari oleh : Syamsul Arham
    Dibaca : 1916
    Judul lagunya Pujilah Allah. Linknya ada di https://www.youtube.com/watch?v=1W7vpDBBEAk

    Content-Image
    Dikomentari oleh : Yusuf
    Dibaca : 1916
    Itu kutipan lagu dari sakha judulnya apa? Sy suka lagu itu krna dl.srg dngr d radio. Tp skrg gk pernah dngr lagi. Nyari di youtube jg gk ada pdhl ingim pinya lagunya.

    Content-Image
    Dikomentari oleh : Syamsul Arham
    Dibaca : 367
    Catatan tambahan: Pahala yang akan tetap mengalir: 1. Do'a Anak Yang Sholeh 2. Shodaqoh Jariyah 3. Ilmu Yang Bermanfaat #BahanRenunganKalbu


    Hit’s Today
    Content-Image
    Anak-anak tidak diwajibkan melaksanakan ibadah haji. Apabila dia telah melaksanakan haji, hajinya ...

    Content-Image
    Masih ingat dengan suami istri di keluarga Inggris yang Melahirkan 14 Anak Dengan Cinta. Berikut ...

    Content-Image
    Saya mengatakan kepadanya jika berhala itu tidak bisa melindungi dirinya maka apa gunanya mencari ...