SYAARAR.COM
  Home  |  Refleksi  |  Kombur  |  Religous  |  Free Code  |  Download  |
Kolom : Ahli Nilai Misterius
Ditulis oleh : Syamsul Arham
Tanggal : 21 Oktober 2016, 13:49:0
Dibaca : 622

Buya Gusrizal Gazahar

"Ahli Nilai Misterius"

Beranjak dari pernyataan al-Imam al-Dzahabiy:

 

الجَاهِلُ لاَ يَعلَمُ رُتْبَةَ نَفْسِه ، فَكَيْفَ يَعْرِفُ رُتْبَةَ غَيْرِهِ
"Orang jahil tidak mengetahui nilai dirinya maka bagaimana dia mengetahui nilai orang lain ?!".

 

saya termenung dengan pernyataan seseorang bahwa ulama hari ini tidak ada yang mengerti tafsir dan bukan ulama yang sebenarnya.

Entah penilaian ilmiah atau penilaian syahwatiyyah, saya tak berani menilai seberani sang penulis komentar.
Saya coba telusuri latar belakang keilmuannya mudah-mudahan dia seorang pakar tafsir yang telah menelan habis manahij al-mufassirin (metodologi para ahli tafsir) atau mengupas habis qaidah demi qaidah dalam qawa'id al-tafsir namun saya tidak menemukan catatan itu dalam rekam jejaknya.

Dengan berbekal baik sangka dan rasa hormat kepada pakar penilai ulama ini, saya coba menelisik bacaannya di bidang tafsir. Barangkali beliau telah menelaah mulai tafsir al-Thabary, al-Zamakhsyariy sampai tafsir terkini. Sayang sekali, saya juga tak menemukan shilaturrahimnya dengan kitab-kitab itu.

Setelah penat bertanya dan berselancar di dunia maya, akhirnya saya menyerah dan berkesimpulan bahwa beliau ini adalah "manusia misterius" yang turun tiba-tiba sebagai ahli tafsir dengan segala kemampuan menilai tafsir mana yang paling tepat dan bahkan berani berkata bahwa tak ada Al-Qur'an yang bisa diamalkan tanpa tafsir.

Tampaknya seluruh firman Allah swt dalam pandangan sang pakar ini berada dalam kondisi kabur.
Rupanya, ada pelajaran ushul al-fiqh baru dan kaedah tafsir kontemporer inovatif yang dikemukakan oleh sang penilai ini.

Kematangan keilmuan sang penilai sampai pada menentukan siapa ulama dan tidak ulama dengan ukuran "sejuk" dan "membawa kedamaian".
Ulama hari ini tampaknya tertuduh menjadi provokator.

Vonis meyakinkan dari sang penilai telah lahir. Tanpa keraguan, melesatlah panah penilaian sehingga menancap dalam pada lembaga yang berada di puncak senarai kebenciannya.

Apalagi hendak dikata, sang pakar telah membuat penilaian yang tak akan mampu dilahirkan oleh seorang ahli tafsir sekelas al-Qurthuby sekalipun.

Hanya guman sedih yang bisa dilakukan sambil merenungkan firman Allah swt:

 

{وَمَا يَسْتَوِي الْأَعْمَىٰ وَالْبَصِيرُ} [فاطر : 19]
"Dan tidaklah sama orang yang buta dengan orang yang melihat". (QS. Fathir 35:19)

 

dan firman Allah swt:

 

{أَمَّنْ هُوَ قَانِتٌ آنَاءَ اللَّيْلِ سَاجِدًا وَقَائِمًا يَحْذَرُ الْآخِرَةَ وَ يَرْجُو رَحْمَةَ رَبِّهِ ۗ قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ ۗ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُو الْأَلْبَابِ} [الزمر : 9]
" (Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadat di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran". (QS. al-Zumar 39:9)

 

Semoga tulisan ini tidak dinilai pula oleh sang pakar dengan pertanyaan pembuka "menurut siapa" ???

Kalau iya begitu, ya sudahlah ! Toh saya bukanlah ahli nilai seperi beliau sehingga apapun penilaiannya, terserah ! karena saya juga tak mengerti standar nilai itu dan untuk apa kegunaannya. He he

 

Buya Gusrizal Gazahar


Post related
  • Khasanah : Tafsir Pengkhianat
  • Hikmah : Ahli Mufassir
  • Kolom : Jamaah Haji di Antara Sorak dan Ibadah
  • Kolom : Terpenjara Dalam Neraka Dunia
  • Tags
    Social Media

    Posting komentar Anda :
    Name :
    Email :
    Website :
    Comment :
    Validation word :


     

    ©SYAARAR.Com. All rights reserved.