SYAARAR.COM

Kolom : Dokter Gigi Memeriksa Kandungan
Ditulis oleh : Syamsul Arham
Tanggal : 31 Oktober 2016, 11:35:1
Dibaca : 480

Buya Gusrizal Gazahar

"Dokter Gigi Memeriksa Kandungan"

Kalau perbedaan penafsiran yang akan dimintakan kepada pakar tafsir dan ulama sebagai ahli untuk dipakai oleh aparat hukun guna menentukan si penista agama apakah dia bisa dijadikan tersangka atau tidak kemudian nanti di pengadilan untuk menentukan terdakwa itu bersalah atau tidak, saya tak bisa membayangkan betapa hebatnya dan dalamnya keilmuan penyidik, hakim, pengacara dan jaksa.

Tentu saja kalau seorang penyidik, hakim, pengacara dan jaksa sudah mampu/bisa memilih mana penafsiran yang tepat, dia bisa dapat gelaran "Syaikh al-Mufassirin" (Guru Para Ahli Tafsir). He he, ilmu orang ini mungkin setingkat Imam al-Qurthubiy kali ????

Kalau seandainya saya yang diminta keterangan, saya akan malu berdebat tentang maksud ayat Allah swt hanya karena persoalan seorang kafir yang menista ayat yang tidak diimaninya dan melecehkan ulama yang tidak dipercayainya.

Sebaiknya ahli yang diundang, membalas dengan surat saja yang isinya:

"Kalaupun saya jelaskan berpanjang lebar, saudara juga tak akan memahaminya dan kalaupun ada yang berbeda pendapat dengan penafsirannya, saudara pun tak akan mampu untuk memilihnya.
Mau diartikan pemimpin, teman setia, sekutu dan semisalnya tidak akan menyelamatkan si penista agama itu karena ada yang tak bisa diperdebatkan lagi yaitu; tidak sedikit ahli tafsir dan fuqaha' yang secara eksplisit menjadikan ayat itu sebagai dalil keharaman memilih pemimpin kafir untuk kaum muslimin.
Bahkan beberapa ulama telah menyatakan ijma' atas itu.
Kalau demikian adanya, bagaimana seorang kafir berani bicara di depan mayoritas umat Islam bahwa memakai ayat itu sebagai dalil dianggap pembohongan ????
Saudara penyidik dan hakim bukanlah ulama sekaliber al-Imam al-Qurthubiy atau sekelas al-Imam Ibnu Katsir yang akan melakukan tarjih terhadap berbagai penafsiran para ahli tafsir.

Penuhi saja pernyataan yang pernah dilontarkan oleh aparat "belum ada pernyataan MUI".
Sekarang yang saudara tunggu telah keluar. Tinggal dilakukan saja supaya aparat tidak dipandang munafik oleh umat Islam.
Kalau aparat tidak bisa menegakkan hukum, maka biarkan umat Islam menjalankan hukum untuk si penista itu".
Sekian.

Kalau penyidik atau aparat hukum masih mencoba mencari-cari juga penafsiran dari berbagai pakar yang berbeda maka terbuktilah kebenaran apa yang dikatakan oleh al-Imam al-Dzahabiy:
الجَاهِلُ لاَ يَعلَمُ رُتْبَةَ نَفْسِه ، فَكَيْفَ
يَعْرِفُ رُتْبَةَ غَيْرِهِ
"Orang jahil tidak mengetahui nilai dirinya maka bagaimana dia mengetahui nilai orang lain ?!".

Dan aparat juga telah melecehkan para ulama karena menyuruh mereka berdebat tentang ayat Allah demi membela seorang kafir yang menistakannya !

Tidak ada solusi lain selain tangkap dan hukum dengan hukum yang berlaku serta pertimbangan penafsiran yang dipakai hanyalah pernyataan MUI karena itulah sikap ulama yang merupakan himpunan ulama dari ormas-ormas Islam di negeri ini.

Akhirnya saya ajak aparat penegak hukum untuk merenungkan firman Allah swt berikut ini:
{بَلْ كَذَّبُوا بِمَا لَمْ يُحِيطُوا بِعِلْمِهِ وَلَمَّا يَأْتِهِمْ تَأْوِيلُهُ ۚ كَذَٰلِكَ كَذَّبَ الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ ۖ فَانظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الظَّالِمِينَ} [يونس : 39]
"Bahkan yang sebenarnya, mereka mendustakan apa yang tidak terjangkau ilmunya oleh mereka padahal belum datang kepada mereka penafsirannya. Demikianlah orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan (Rasul). Maka perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang zalim itu". (QS. Yunus 10:39)

 

Buya Gusrizal Gazahar



Post related
  • Kolom : Ahli Nilai Misterius
  • Khasanah : Tafsir Pengkhianat
  • Hikmah : Ahli Mufassir
  • Kolom : Jamaah Haji di Antara Sorak dan Ibadah
  • Tags
    KolomBuya Gusrizal GazaharMufassir
    Social Media

    Posting komentar Anda :
    Name :
    Email :
    Website :
    Comment :
    Validation word :


     


    Mutiara Tauhid
    Comments
    Content-Image
    Dikomentari oleh : Syamsul Arham
    Dibaca : 2114
    Judul lagunya Pujilah Allah. Linknya ada di https://www.youtube.com/watch?v=1W7vpDBBEAk

    Content-Image
    Dikomentari oleh : Yusuf
    Dibaca : 2114
    Itu kutipan lagu dari sakha judulnya apa? Sy suka lagu itu krna dl.srg dngr d radio. Tp skrg gk pernah dngr lagi. Nyari di youtube jg gk ada pdhl ingim pinya lagunya.

    Content-Image
    Dikomentari oleh : Syamsul Arham
    Dibaca : 490
    Catatan tambahan: Pahala yang akan tetap mengalir: 1. Do'a Anak Yang Sholeh 2. Shodaqoh Jariyah 3. Ilmu Yang Bermanfaat #BahanRenunganKalbu


    Hit’s Today
    Content-Image
    Dibaca : 1010
    Allah subhana wa ta'ala tidak membutuhkan makhluk-Nya sekalipun itu yang kafir atau yang beriman, ...

    Content-Image
    Dibaca : 346
    Saya mengatakan kepadanya jika berhala itu tidak bisa melindungi dirinya maka apa gunanya mencari ...

    Content-Image
    Dibaca : 57
    Dinamai surat Al-Hasyr (pengusiran) diambil dari perkataan Al-Hasyr yang terdapat pada ayat 2 surat ...