SYAARAR.COM

Definisi Kafir Dalam Al-Qur'an
Ditulis oleh : Syamsul Arham
Tanggal : 22 Desember 2016, 20:03:4
Dibaca : 2507

Kafir

Kata kafir belakangan ini menjadi menjadi kata yang banyak diperbincangkan baik dikalangan ummat Islam maupun ummat non-Muslim.

Bagi ummat Islam, kata kafir sudah merupakan kata yang lumrah dan biasa bagi telinga mereka, akan tetapi bagi mereka yang non-Muslim akan merasa aneh mendengarkan kata kafir. Bahkan tidak jarang ada yang salah paham dengan kata tersebut dikarena ke-tidak tahuan mereka akan arti kata kafir. Mereka berpikir kata kafir adalah bentuk penghinaan kepada mereka diluar Islam atau yang tidak sepaham dengan Islam.

Kafir merupakan kata yang banyak disebutkan dalam Al-Qur'an dan juga menjelaskan ciri-ciri orang kafir dan konsekwensi bagi mereka yang masuk kedalam golongan kafir.

Kafir adalah terminologi Islam yang secara bahasa adalah pengingkaran keberadaan Allah swt., mengingkari Nabi Muhammad, mengingkari keberadaan Al-Qur'an, maka mereka disebut sebagai kafir.

Dalam surat  AL-BAYYINAH, surat ke 98 dengan rinci menggambarkan ciri-ciri orang kafir dan akibat yang akan mereka terima bila mereka masuk kepada golongan orang kafir:

 

لَمْ يَكُنِ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ مُنْفَكِّينَ حَتَّىٰ تَأْتِيَهُمُ الْبَيِّنَةُ

1 . Orang-orang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang musyrik (mengatakan bahwa mereka) tidak akan meninggalkan (agamanya) sebelum datang kepada mereka bukti yang nyata,

رَسُولٌ مِنَ اللَّهِ يَتْلُو صُحُفًا مُطَهَّرَةً

2 . (yaitu) seorang Rasul dari Allah (Muhammad) yang membacakan lembaran-lembaran yang disucikan (Al Quran),

فِيهَا كُتُبٌ قَيِّمَةٌ

3 . di dalamnya terdapat (isi) Kitab-kitab yang lurus.

وَمَا تَفَرَّقَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ إِلَّا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَتْهُمُ الْبَيِّنَةُ

4 . Dan tidaklah berpecah belah orang-orang yang didatangkan Al Kitab (kepada mereka) melainkan sesudah datang kepada mereka bukti yang nyata.

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ ۚ وَذَٰلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ

5 . Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ أُولَٰئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ

6 . Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أُولَٰئِكَ هُمْ خَيْرُ الْبَرِيَّةِ

7 . Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk.

جَزَاؤُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنَّاتُ عَدْنٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۖ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ ۚ ذَٰلِكَ لِمَنْ خَشِيَ رَبَّهُ

8 . Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga ´Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya.

 

Disebutkan bahwa orang kafir adalah mereka ahli Kitab dan orang-orang musyrik (ayat 1), yaitu mereka yang menutup diri akan datangnya seorang Rasul (ayat 2), juga mereka menutup diri dengan Kitab Al-Qur'an (ayat 2-3) dan meng-ingkari akan adanya Allah swt.  (ayat 5) dan mereka akan masuk kedalam neraka Jahannam (ayat 6).

Mereka yang percaya kepada Allah swt., percaya kepada Nabi Muhammad saw., percaya kepada Al-Qur'an, mereka disebut sebagai orang yang ber-iman yaitu sebaik-baiknya makhluk (ayat 7). Mereka akan mendapatkan balasan dari Allah swt. Berupa surga dan mereka kekal di dalamnya (ayat 8).

Jadi jelas bahwa kafir merujuk kepada mereka yang tidak meng-imani Islam sebagai agama mereka. Jadi tidak tepat jika kata kafir dipakai untuk menghujat atau menghina mereka yang yang tidak ber-iman atau dengan orang yang tidak sepaham.

Islam tidak membenarkan menghujat kepercayaan orang lain apapun alasannya sebagaimana disebut dalam surat Al-An'am ayat 108:

 

وَلَا تَسُبُّوا الَّذِينَ يَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ فَيَسُبُّوا اللَّهَ عَدْوًا بِغَيْرِ عِلْمٍ ۗ

Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan.

Wallahualam bishawab



Post related
  • RENUNGAN MUTIARA TAUHID #16 : BBM
  • RENUNGAN MUTIARA TAUHID #15 : RENDAH HATI
  • RENUNGAN MUTIARA TAUHID #14 : BOLA TENIS
  • RENUNGAN MUTIARA TAUHID #13 : PAKU
  • Jam Tangan Pria Casual
    Tags
    TauhidAqidahKafirMusyrikBeriman
    Social Media

    Posting komentar Anda :
    Name :
    Email :
    Website :
    Comment :
    Validation word :


     


    Last Posted
    Content-Image
    Dibaca : 7
    Sebagai sopir taksi, Bedul mendapat seorang penumpang wanita cantik. Dalam perjalanan ke tujuan, tiba-tiba wanita itu pingsan. Bedul pun ...

  • Quote : Orang Paling Benar Dan ...
  • Quote : Kesombongan Tidak Bisa ...
  • Quote :Setiap Yang Berjiwa Akan Mati
  • Sejarah Hari Ini: Wafatnya Nabi ...
  • Quote : Beda Orang Alim Dan Orang ...
  • Mutiara Tauhid
    Comments
    Content-Image
    Dikomentari oleh : MichaelCem
    Dibaca : 26538
    wh0cd792116 shuddha guggulu retrovir cozaar nizoral cream hair loss desyrel buy rulide

    Content-Image
    Dikomentari oleh : HarryRedge
    Dibaca : 26538
    irreproachable website http://howlongaago.com/date/2017/january/15

    Content-Image
    Dikomentari oleh : Syamsul Arham
    Dibaca : 1755
    Judul lagunya Pujilah Allah. Linknya ada di https://www.youtube.com/watch?v=1W7vpDBBEAk


    Hit’s Today
    Content-Image
    Rumah Terbalik

    Content-Image
    Berbagai pemandangan di dunia dijadikan sebagai latar belakang di mata uang berbagai negara, ...

    Content-Image
    Dia ingin membalas kebaikan suaminya itu untuk dicarikan istri yang bijak, pendengar, pengertian ...