SYAARAR.COM
  Home  |  Refleksi  |  Kombur  |  Religous  |  Free Code  |  Download  |
Al-Hadist Today 1 : Denfinisi Riba Dalam Islam
Ditulis oleh : Syamsul Arham
Tanggal : 27 Oktober 2017, 10:00:5
Dibaca : 232

Pinjam Meminjam

@AlHadistToday

 

Defenisi Riba

 

Bulughul Maram, Hadits No. 853

 

َوَعَنْ أَبِي سَعِيدٍ اَلْخُدْرِيِّ رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ: ( لَا تَبِيعُوا اَلذَّهَبَ بِالذَّهَبِ إِلَّا مِثْلًا بِمِثْلٍ, وَلَا تُشِفُّوا بَعْضَهَا عَلَى بَعْضٍ, وَلَا تَبِيعُوا اَلْوَرِقَ بِالْوَرِقِ إِلَّا مِثْلًا بِمِثْلٍ, وَلَا تُشِفُّوا بَعْضَهَا عَلَى بَعْضٍ, وَلَا تَبِيعُوا مِنْهَا غَائِباً بِنَاجِزٍ )  مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

 

Dari Abu Said Al-Khudry Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Janganlah menjual emas dengan emas kecuali yang sama sebanding dan jangan menambah sebagian atas yang lain; janganlah menjual perak dengan perak kecuali yang sama sebanding dan jangan menambah sebagian atas yang lain, dan janganlah menjual perak yang tidak tampak dengan yang tampak." Muttafaq Alaihi.

 

Penjelasan.

 

Jual beli adalah proses tukar menukar; barang dengan barang, barang dengan uang, uang dengan logam mulia dan lain sebagainya. Dalam hal ini yang ditukar adalah dua barang yang berbeda; bisa beras dengan kain, emas dengan uang, mobil dengan hewan dan sebagainya.

 

Metoda jual-beli barang dengan barang merupakan metoda yang sudah ada dari jama dahulu kala. Pada jaman itu belum dikenal alat tukar yang dikenal sekarang ini dengan uang. Karena dahulu tidak ada alat tukar sebagaimana sekarang dengan uang, maka untuk menentukan nilai dalam proses tukar menukar tersebut dilakukan sesuai kesepatan atau akad keduabelah pihak.

 

Jaman sekarang ini sudah ada alat tukar resmi yang dinilai dengan besaran tertentu sehingga nilai sebuah barang sudah bisa ditentukan. Dengan sudah adanya nilai suatu barang maka proses tukar menukar barang dengan barang mulai tidak dipakai lagi. Dengan proses tukar menukar dengan uang sudah bisa ditentukan harga dan kelebihan atau keuntungan dari proses tukar menukar tersebut.

 

Kalau jual beli adalah proses tukar menukar barang dengan barang yang berbeda, bagaimana dengan tukar menukar dengan barang yang sama? Bagaimana dengan tukar menukar antara; beras dengan beras, daging dengan daging, uang dengan uang, emas dengan emas dan sebagainya.

 

Pertanyaannya; untuk apakah menukar dua barang yang sama? Tentu tidak ada kepentingan untuk menukar dua barang yang sama. Yang ada adalah seseorang membutuhkan satu barang tertentu tetapi dia tidak mempunyai alat tukar lain atau uang sebagai pengganti barang tersebut. Maka untuk mendapatkan barang tersebut, yang bisa dilakukan adalah meminjamkan barang tersebut.

 

Karena ini merupakan pinjaman, maka sudah menjadi kewajiban bagi peminjam untuk mengembalikan barang pinjaman sesuai dengan jenis barang yang dipinjam juga dengan jumlah atau nilainya yang sama. Kalau dia pinjam emas 10 gram, maka dia harus mengembalikan dengan emas seberat 10 gram. Kalau dia pinjam beras 5kg maka dia harus mengembalikan dengan beras sebanyak 5kg dan seterusnya.

 

Sungguh aniaya bila ada yang membutuhkan pinjaman kemudian dia harus mengembalikan pinjamannya dengan melebihkan dari nilai pinjaman. Pinjam 1 juta maka harus dikembalikan 1,1 juta. Pinjam 10 gram emas kemudian dikembalikan 11 gram emas. Dalam Islam ini dikenal dengan riba, melebihkan nilai atas pinjaman.

 

Islam telah memberikan aturan yang jelas proses jual beli dan pinjam meminjam ini. Bahwa proses jual beli dalam Islam adalah proses tukar-menukar dua barang yang berbeda dengan kesepakatan antara kedua belah pihak sedangkan pinjam meminjam dalam Islam melarang melebihkan nilai pinjaman atas yang lain.

 

Dalam kasus tertentu, proses pinjam-meminjam tidak dilakukan dengan barang yang sama dimana barang yang dipinjamkan tidak sama dengan barang yang dikembalikan. Maka dalam hal ini harus dilakukan kesepakatan sebagaimana proses jual beli dimana nilai barang yang dipinjamkan dikonversikan ke barang yang dikembalikan.

 

Maka dari itu kita sebagai umat Islam harus bisa membedakan antara antara jual-beli dengan pinjam meminjam. Jual-beli dibolehkan dalam Islam sedangkan riba dilarang.

 

Wallahu A'lam Bishawab

 

Jakarta, 27 Oktober 2017 09:27



Tags
Al-Hadist TodayPinjamanJual-Beli
Social Media

Posting komentar Anda :
Name :
Email :
Website :
Comment :
Validation word :


 

©SYAARAR.Com. All rights reserved.