SYAARAR.COM

Menjastifikasi Teroris Kepada Satu Kaum
Ditulis oleh : Syamsul Arham
Tanggal : 06 November 2017, 20:21:5
Dibaca : 37

Barbarians

Dalam melihat persoalan dunia, kita tidak bisa melihat secara parsial. Kita harus melihatnya secara mendasar dan menyeluruh.

Dari kurun waktu sudah lama, masalah ekstrimisme sudah merupakan sesuatu yang bergulir sesuai dengan jamannya. Bahwa setiap jaman ada periode dimana tindak kekerasan terjadi, baik itu dilakukan oleh perorangan maupun kelompok atau bahkan oleh negara.

Dari setiap kejadian; ada yang dirugikan dan ada yang diuntungkan. Sudah menjadi hukum alam, yang kuat akan menindas yang lemah.

Dalam sejarah, ketidak-adilan akan dilawan dengan berbagai perlawanan untuk mendapatkan keadilan. Untuk mendapatkannya bisa dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari yang lembut maupun dengan kekerasan.

Ini tidak melihat suku, agama dan negara. Semua ras pasti akan mengalami jaman-jaman kekerasan.

Jaman dulu mungkin tidak dikenal dengan terorisme atau ekstrimisme, tapi lebih dikenal dengan perlakuan bar-bar. Yang kuat melakukan pembasmian suku untuk mendapatkan hegominasi atas suku lain.

Bagi yang lemah dengan ketidak kemampuannya akan melakukan perlawanan dengan segala cara untuk mencapai tujuan.

Dengan tidak adanya aturan moral yang menjaga peradapan manusia, maka kebiasaan bar-bar merupakan hal yang biasa dilakukan pada jaman dahulu.

Tapi dunia berubah, moralitas manusia mulai dibangun terutama oleh agama-agama dunia dengan membawa pesa-pesan kedamaian bagi umat manusia. Apalagi jaman modern ini kita sudah mengenal hak asasi manusia.

Akan tetapi, dengan kemajuan jaman, moralitas yang dijunjung tinggi ternyata tidak sepenuhnya membawa manusia kepada peradaban yang mulia. Ketidak adilan masih terus berlanjut, yang kuat mendominasi yang lemah.

Kita sama-sama percaya; semua agama membawa pesan moralitas sebagai mana saya sebut di atas. Dalam pesan itu ada hal-hal yang menjadi panduan setiap manusia yang harus diikuti dan ditinggalkan dengan berbagai konsekuensi hukum yang harus ditanggung.

Kembali kepada persoalan hemogonitas manusia, kaum lemah yang tidak mempunyai kekuatan untuk melakukan perlawanan akan melakukan segala cara untuk melakukan tindakan bahkan yang tidak sedikit dari mereka melakukan hal yang tidak sesuai dengan pesan yang disampaikan oleh agama mereka. Ini tidak hanya berlaku disatu umat beragama, tapi semua umat beragama akan mengalaminya. Agar dibedakan umat beragama dengan agama itu sendiri.

Konseksuensi dari tindakan mereka yang melanggar norma-norma tersebut harus dikembalikan kepada aturan yang berlaku dikomunitas tersebut. Apakah yang mereka lakukan sesuai dengan norma yang mereka anut atau tidak?

Kita tidak bisa menggeneralisir suatu tindakan kepada komunitas atau agama. Kita harus melihat; siapa yang melakukan dan apa yang menjadi dasar mereka melakukannya.

Bagi mereka yang telah melanggar norma-norma yang berlaku maka sudah selayaknya mereka mendapatkan hukuman atas perbuatan mereka. Sekalipun mereka mengaku melakukannya atas nama komunitas, tapi bila itu tidak sesuai dan dibantah oleh komunitas, maka kita tidak bisa menghukum semua komunitas itu bertanggung-jawab atas tindakan mereka. Bantahan itu tidak hanya secara lisan atau lips service, tapi bisa dibuktikan dengan aturan main dalam kitab sucinya.

Jadi menurut saya, kita tidak bisa melakukan jastifikasi kepada satu kelompok atas perbuatan perorangan atau golongan. Apalagi itu kita lakukan atas dasar kebencian dan ketidak sukaan. Kalau kita tidak bisa membedakannya maka kita tidak ada bedanya dengan orang-orang dungu yang bertindak dengan nafsunya.

Jakarta, 6 November 2017 20:23:21



Post related
  • Kaum Lelaki Merasa Inferior
  • Bagaimana Agama Menyebar Di Seluruh Dunia
  • Kolom : Perang Pemikiran
  • Quote : Saat Agama Tidak Lagi Penting
  • Multipan / Panci Serbaguna
    Tags
    OpinionTerorisEkstrimisBar-barAgamaSukuRasHuman Right
    Social Media

    Posting komentar Anda :
    Name :
    Email :
    Website :
    Comment :
    Validation word :


     


    Mutiara Tauhid
    Comments
    Content-Image
    Dikomentari oleh : Syamsul Arham
    Dibaca : 2105
    Judul lagunya Pujilah Allah. Linknya ada di https://www.youtube.com/watch?v=1W7vpDBBEAk

    Content-Image
    Dikomentari oleh : Yusuf
    Dibaca : 2105
    Itu kutipan lagu dari sakha judulnya apa? Sy suka lagu itu krna dl.srg dngr d radio. Tp skrg gk pernah dngr lagi. Nyari di youtube jg gk ada pdhl ingim pinya lagunya.

    Content-Image
    Dikomentari oleh : Syamsul Arham
    Dibaca : 485
    Catatan tambahan: Pahala yang akan tetap mengalir: 1. Do'a Anak Yang Sholeh 2. Shodaqoh Jariyah 3. Ilmu Yang Bermanfaat #BahanRenunganKalbu


    Hit’s Today
    Content-Image
    Dibaca : 303
    Allah subhana wa ta'ala tidak membutuhkan makhluk-Nya sekalipun itu yang kafir atau yang beriman, ...

    Content-Image
    Dibaca : 155
    Saya mengatakan kepadanya jika berhala itu tidak bisa melindungi dirinya maka apa gunanya mencari ...

    Content-Image
    Dibaca : 20
    Dinamai surat Al-Hasyr (pengusiran) diambil dari perkataan Al-Hasyr yang terdapat pada ayat 2 surat ...