SYAARAR.COM
  Home  |  Refleksi  |  Kombur  |  Religous  |  Free Code  |  Download  |
Antara Fiksi, Fakta dan Fiktif
Ditulis oleh : Syamsul Arham
Tanggal : 11 April 2018, 20:34:5
Dibaca : 185

Imagination

Heboh dengan statement Rocky Gerung di acara Indonesia Lowyer Clubs yang ditayangkan 10 April 2018 di TVOne menimbulkan banyak persepsi dan kontraversi. Satu sisi statement ini membuka wawasan dan persepsi akan makna ketiga kata tersebut yang selama ini mungkin masih banyak yang tidak bisa membedakannya. Kontroversi karena kata ini disandingkan dengan statement kitab suci itu Fiksi.

 

Kata FAKTA dan FIKTIF sudah merupakan kata yang familiar bagi kebanyakan orang, karena kedua kata ini sudah menjadi bahasa keseharian apalagi dijaman informasi ini. Tapi kata FIKSI mungkin masih banyak yang salah dalam memaknainya.

 

FAKTA adalah sesuatu yang sudah ada atau sudah pernah terjadi dan bisa dibuktikan keberadaan dan kejadiaannya. Sesuatu yang terjadi dimasa lalu dan sudah diteliti kebenarannya dan keberadaannya oleh para ahlinya maka itu disebut sebagai fakta, bahwa itu benar ada dan pernah terjadi.

 

Kalau dalam sejarah pernah terjadi perang dunia pertama dan kedua, itu adalah fakta. Kalau manusia sudah mendarat di bulan juga itu adalah fakta. Pesawat luar angkasa yang pernah dibuat manusia sudah melintasi Planet Pluto itu adalah fakta. Artinya itu semua sudah terjadi dan bisa dibuktikan akan kejadiannya.

 

FIKTIF adalah lawan kata dari fakta, sesuatu dikatakan sudah terjadi atau keberadaannya tapi kenyataannya tidak pernah terjadi atau tidak pernah ada. Fiktif adalah sesuatu yang sudah terjadi tapi tidak bisa dibuktikan kebenarannya atau sesuatu disebutkan keberadaannya tapi tidak bisa dibuktikan keberadaannya.

 

Indonesia pernah menjadi negara adidaya, itu adalah fiktif. Manusia sudah melakukan perjalan antar bintang itu juga adalah fiktif. Presiden Jokowi pernah berbicara di Majelais Umum Perserikatan Bangsa-bangsa adalah fiktif. Semua yang disebutkan tidak pernah terjadi dan tidak ada bukti bahwa itu pernah terjadi.

 

FIKSI, apakah fiksi itu?

 

Dari https://id.wikipedia.org/wiki/Fiksi disebutkan: "Fiksi adalah sebuah prosa naratif yang bersifat imajiner, meskipun imajiner sebuah karya fiksi tetaplah masuk akal dan mengandung kebenaran yang dapat mendramatisasikan hubungan-hubungan antar manusia".

 

Lebih lanjut disebutkan: "Fiksi dapat berupa cerita rekaan yang di dasarkan pada imajinasi penulisnya. Ide cerita fiksi sendiri dapat berasal dari kejadian nyata yang benar-benar terjadi atau khayalan yang tidak mungkin terjadi"

 

Jadi secara umum, fiksi adalah sesuatu yang belum terjadi tapi sudah digambarkan kejadiannya. Penggambaran kejadiannya sesuai dengan daya imajinasi sang pembuat cerita. Gambaran ceritanya bisa diadopsi berdasarkan kejadian yang nyata atau bisa juga berdasarkan rekayasa imajinasinya.

 

Kekuatan gambaran yang ingin diceritakan sesuai dengan daya nalar dan imajisasi penulisnya. Semakian kuat daya imajinasinya maka makin kuat pula pesan yang disampaikan. Dalam tarap tertentu bisa dianggap sebagai kenyataan atau bahkan kebenaran atau bisa juga sesuatu yang pasti akan menjadi kenyataan atau akan terjadi.

 

Bagaimana dengan kitab suci dan sorga yang disinggung dalam diskusi tersebut?

 

Sorga yang digambarkan dalam kitab suci merupakan gambaran kejadian yang akan dialami dan dirasakan oleh manusia dikemudian hari. Dalam beberapa bagian digambarkan secara detail, bahkan untuk mencapainya juga dijelaskan dalam kitab suci.

 

Dalam memahami tentang kitab suci tentu dibutuhkan literatur-literatur tambahan untuk mengkaji kebenarannya dan pada puncak pengkajiannya akan memunculkan keyakinan. Keyakinan ini bisa dalam bentuk menerimanya atau menolaknya.

 

Bagi mereka yang percaya tentang isi kitab suci itu dan menerimanya dengan sepenuh hatinya maka itulah yang disebut dengan IMAN. Bagi mereka yang sudah mengimaninya tentu membawa konsekwensi dengan mengikuti dan menjalankan apa yang ada dalam kitab suci tersebut.

 

Bagi mereka yang sudah mengimani isi kitab suci itu tentu akan menjadikannya sebagai fakta yang harus diyakini kebenarannya, bahwa itu akan terjadi dan tidak mungkin diingkari.

 

Jakarta, 11 April 2018



Post related
  • Yang Tercecer 84 : Nama Abu Jahal
  • Sejarah Hari Ini: Wafatnya Nabi Muhammad SAW di Pelukan Siti Aisyah
  • Yang Tercecer 83 : Masuk Islam di Usia Muda
  • Kitab Suci Dan Toilet
  • Tags
    KhasanahFiksiFaktaFiktif
    Social Media

    Posting komentar Anda :
    Name :
    Email :
    Website :
    Comment :
    Validation word :


     

    ┬ęSYAARAR.Com. All rights reserved.