Author ; Syamsul Arham
Date : 19 Juni 2018, 16:43:20
Hits : 263

Nikah

Bergurau atau bercanda adalah bagian dari kehidupan manusia. Bercanda dibutuhkan manusia untuk melepaskan ketegangan dan kelelahan dalam hidup. Setiap hari bahkan setiap waktu kehidupan ini tidak lepas dari gurauan atau candaan, baik itu bercanda dengan serius maupun bercanda untuk menyenangkan hati.



حَدَّثَنَا الْقَعْنَبِيُّ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ يَعْنِي ابْنَ مُحَمَّدٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ حَبِيبٍ عَنْ عَطَاءِ بْنِ أَبِي رَبَاحٍ عَنْ ابْنِ مَاهَكَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ ثَلَاثٌ جَدُّهُنَّ جَدٌّ وَهَزْلُهُنَّ جَدٌّ النِّكَاحُ وَالطَّلَاقُ وَالرَّجْعَةُ

Telah menceritakan kepada kami [Al Qa'nabi], telah menceritakan kepada kami [Abdul Aziz bin Muhammad] dari [Abdurrahman bin Habib] dari ['Atho` bin Abu Rabah] dari [Ibnu Mahik] dari [Abu Hurairah] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tiga perkara, seriusnya adalah serius dan candanya adalah serius, yaitu; nikah, perceraian, dan pencabutan perceraian."

Hadist Riwayat : Imam Abu Daud
Hadist Nomor : 1875

 

Bergurau atau bercanda adalah bagian dari kehidupan manusia. Bercanda dibutuhkan manusia untuk melepaskan ketegangan dan kelelahan dalam hidup.

Setiap hari bahkan setiap waktu kehidupan ini tidak lepas dari gurauan atau candaan, baik itu bercanda dengan serius maupun bercanda untuk menyenangkan hati.

Tapi seberapa sering kita temui orang yang bercanda dengan kebohongan hanya untuk memenuhi hasrat menyenangkan orang lain.

Sesungguhnya bercanda dalam Islam diperbolehkan, tapi ada rambu-rambu yang diberikan, salah satunya bercanda dengan kebohongan.



َوَعَنْ بَهْزِ بْنِ حَكِيمٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( وَيْلٌ لِلَّذِي يُحَدِّثُ فَيَكْذِبُ لِيَضْحَكَ بِهِ اَلْقَوْمُ وَيْلٌ لَهُ ثُمَّ وَيْلٌ لَهُ )  أَخْرَجَهُ اَلثَّلَاثَةُ وَإِسْنَادُهُ قَوِيٌّ

Dari Bahez Ibnu Hakim dari ayahnya dari kakeknya Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Celakalah orang yang berbicara padahal ia bohong untuk sekedar membuat orang-orang tertawa celakalah dia kemudian celakalah dia." Riwayat Imam Tiga dan sanadnya kuat.

Kitab : Bulughul Maram
Hadist Nomor : 1545
Bab : Kitab Kelengkapan/Kitab Kelengkapan

 

Rasulullah sendiri sering bercanda, tapi beliau bercanda dengan benar bukan dengan kebohongan.


إِنِّي لأَمْزَحُ وَلاَ أَقُوْلُ إِلاَّ حَقًا

Sesungguhnya aku juga bercanda, namun aku tidak mengatakan kecuali yang benar. (Diriwayatkan oleh ath-Thabrâni dalam al-Kabir (XII/13443)

 

Maka dari itu berdusta sekalipun untuk bercanda bukanlah sesuatu yang diajarkan dalam Islam apalagi bercanda tentang pernikahan dan perceraian.

Kalau Rasulullah sudah bersabda tiga perkara, seriusnya adalah serius dan candanya juga serius, maka apakah itu diangap sesuatu yang tidak penting? Tentu ada hikmah yang bisa diambil dari setiap sabda Rasulullah.



دَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُثْمَانَ الدِّمَشْقِيُّ أَبُو الْجَمَاهِرِ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو كَعْبٍ أَيُّوبُ بْنُ مُحَمَّدٍ السَّعْدِيُّ قَالَ حَدَّثَنِي سُلَيْمَانُ بْنُ حَبِيبٍ الْمُحَارِبِيُّ عَنْ أَبِي أُمَامَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَا زَعِيمٌ بِبَيْتٍ فِي رَبَضِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْمِرَاءَ وَإِنْ كَانَ مُحِقًّا وَبِبَيْتٍ فِي وَسَطِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْكَذِبَ وَإِنْ كَانَ مَازِحًا وَبِبَيْتٍ فِي أَعْلَى الْجَنَّةِ لِمَنْ حَسَّنَ خُلُقَهُ

Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Utsman Ad Dimasyqi Abu Al Jamahir] ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Abu Ka'b Ayyub bin Muhammad As Sa'di] ia berkata; telah menceritakan kepadaku [Sulaiman bin Habib Al Muharibi] dari [Abu Umamah] ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Aku akan menjamin rumah di tepi surga bagi seseorang yang meninggalkan perdebatan meskipun benar. Aku juga menjamin rumah di tengah surga bagi seseorang yang meninggalkan kedustaan meskipun bershifat gurau, Dan aku juga menjamin rumah di syurga yang paling tinggi bagi seseorang yang berakhlak baik."

Hadist Riwayat : Imam Abu Daud
Hadist Nomor : 4167

 

Bagaimana dengan tiga perkara, seriusnya adalah serius dan candanya adalah serius?

Tentu dengan memaknai hadist-hadist di atas, sudah tidak selayaknya kita mengucapkan candaan yang berkaitan dengan pernihakahan dan perceraian.

Dalam banyak kajian; ucapan cerai atau talak kepada istri sangat dilarang dalam Islam sekalipun itu sebagai candaan. Demikian juga dengan nikah bukanlah sesuatu yang layak sebagai candaan apalagi berhadapan dengan orang akan menjadi calon suami atau istri kita.

Wallahu A'lam Bishawab

BSD, 19 Juni 2018

Post related
  • Tafsir Al-'Usyr Al-Akhir 22 : Al-Mursalaat (Malaikat-malaikat Yang Diutus)
  • Tafsir Al-'Usyr Al-Akhir 21 : Al-Insaan (Manusia)
  • Tafsir Al-'Usyr Al-Akhir 20 : Al-Qiyaamah (Hari Kiamat)
  • Tafsir Al-'Usyr Al-Akhir 19 : Al-Muddatstsir (Orang Yang Berkemul)
  • Social Media