SYAARAR.COM

Orang Yang Dipercaya
Ditulis oleh : Syamsul Arham
Tanggal : 16 Agustus 2006, 07:11:0
Dibaca : 1849

Setiap pagi itu tugasnya buka toko, menyapu dan membersihkan kaca etalase. Sudah menjadi kebiasaan Bapak saya untuk memulai kegiatan dengan wudhu.


Pada waktu saya masih kelas 3 SD, saya biasa sebelum berangkat sekolah membantu Bapak saya untuk buka toko yang panjangnya kira-kira 40 meter. Setiap pagi itu tugasnya buka toko, menyapu dan membersihkan kaca etalase. Sudah menjadi kebiasaan Bapak saya untuk memulai kegiatan dengan wudhu. Maka setelah semua kegiatan buka toko selesai, beliau mengambil wudhu. Saya juga yang telah selesai tugas tentu siap-siap berangkat sekolah. Dan sudah menjadi kebiasaan juga pada saat beliau sedang mengambil wudhu, saya pamit untuk berangkat sekolah.

Saya setiap hari mendapat uang jajan sebesar lima rupiah sehari dan itu saya dapatkan pagi hari setelah semua tugas buka toko sudah selesai dan sudah menjadi kebiasaan meminta uang jajan itu selagi beliau berada di kamar mandi sedang ber-wudhu. Saya sudah dipercayakan untuk mengambil uang jajan tersebut langsung dari kasir yang berdekatan dengan kamar mandi, kemudian pamit untuk berangkat ke sekolah.

Pada satu waktu, saya mengambil uang jajan dari kasir sebesar sepuluh rupiah dan kemudian pamit berangkat sekolah. Tapi begitu mau berangkat tiba-tiba Bapak saya keluar dari kamar mandi sambil memanggil saya untuk kembali.

Beliau menanyakan uang jajan yang saya ambil. Saya mengaku ambil lima rupiah. Tapi beliau menanyakan ulang, berapa yang saya ambil.

Karena saya ditanya demikian, saya merasa bahwa perbuatan saya mengambil uang jajan sepuluh rupiah tanpa sepengetahuan beliau membuat saya harus mengakui bahwa saya telah mengambil uang jajan sepuluh rupiah. Dan pada saat itu saya bersiap-siap bahwa saya akan "dimarahi" karena telah berbuat tidak jujur.

Apa yang saya duga sebelumnya akan "dimarahi" ternyata beliau hanya mengucapkan kalimat yang sampai saat ini kalimat tersebut masih kuat dalam ingatan saya.

"Kalau jatah uang jajan lima rupiah, ambillah lima rupiah, tapi kalau memang butuh sepuluh rupiah katakan butuhnya sepuluh rupiah. Bapak tidak ingin punya anak yang tidak bisa dipercaya"

Ini beliau ucapkan beberapa puluh tahun yang lalu dan ini yang menjadikan pegangan saya sampai saat ini.

Ternyata kepercayaan itu merupakan satu kunci kesuksesan seseorang dalam menempuh hidupnya. Ini banyak saya rasakan dengan berbagai kepercayaan yang diberikan kepada saya, baik itu yang masalah sepele sampai kemasalah yang pelik. Dengan kepercayaan, saya sudah merasakan bagaimana orang lain bisa memberikan kepercayaan kepada saya tertang berbagai hal. Di tempat saya kerja sekarang, saya juga telah banyak mendapatkan kepercayaan yang mungkin kalau dilihat dari posisi dan jabatan saya tidak mungkin diberikan kepada orang lain.

Seorang yang punya intelektual, kemampaun tapi kalau tidak bisa dipercaya, maka tidak bisa dijadikan teman untuk bekerjasama, apalagi menyangkut bisnis atau pekerjaan. Dalam perusahaan yang dibutuhkan adalah kepercayaan. Orang tidak akan dipakai kalau tidak bisa dipercaya. Seorang atasan akan lebih tenang dengan karyawan yang bisa dipercaya dari pada karyawan yang tidak bisa dipercaya. Walaupun karyawan tersebut punya kemampuan untuk menjalankan bisnis, tapi kalau tidak bisa dipercaya, maka ini membuat para atasan atau pemilik usaha tidak tenang dengan keberadaan karyawan tersebut.


Wassalam,

Syamsul

http://wsyakinah.blogspot.com/



Tags
Orang Yang Dipercaya
Social Media

Posting komentar Anda :
Name :
Email :
Website :
Comment :
Validation word :


 


Last Posted
Content-Image
Dibaca : 5
Bila nada membuat kesalahan, hanya tiga hal yang harus anda lakukan: mengakuinya, belajar darinya dan jangan mengulanginya.

  • Tafsir Al-'Usyr Al-Akhir 14 ...
  • Quote Today : Harta, Kesenangan ...
  • Note : Kesempurnaan Dalam ...
  • Quote Today : Jadikan Tahun 2018 ...
  • Quote Today : Belantara Dunia ...
  • Mutiara Tauhid
    Risalah Mutiara Tauhid
    Hit’s Today
    Dibaca :

    Dibaca :

    Dibaca :