SYAARAR.COM
  Home  |  Refleksi  |  Kombur  |  Religous  |  Free Code  |  Download  |
Pembayaran Yang Adil
Ditulis oleh : Syamsul Arham
Tanggal : 24 Agustus 2007, 02:53:0
Dibaca : 1785

Apakah kita sudah memberikan harga yang pantas dan apakah kita sudah menawar dengan harga yang pantas juga


Pembayaran Yang Adil

Saya punya kenalan seorang pemborong bangunan, sebut saja Mr. X (saya pakai inisial yang dipergunakan Pak Deni, tapi bukan Mr. X yang Pak Deni sebutkan :) )

Beberapa tahun yang lalu, dia membangun sebuah rumah. Pada satu saat dalam proses membangun tersebut, persedian batu bata habis, sehingga harus dipesan ke toko bangunan. Setelah menghubungi toko langganannya, juga ternyata persediaan batu bata juga sedang habis. Setelah dicek di beberapa toko bangunan, ternyata persedian batu bata sedang langka. Setelah berusaha kesana kemari untuk mendapatkan batu bata, tidak tidak juga didapatkan, padahal pekerjaan harus segera diselesaikan.

Dalam kesulitan tersebut, tiba-tiba datang seorang pemborong, sebut saja Mr. Y, datang menawarkan batu bata yang sedang dia butuhkan, dan terjadilah tawar menawar, kira-kira bahasanya seperti ini (saya tidak tahu percakapan persisnya, tapi intinya yang saya tuiskan):

Mr. X : Bapak mau jual batu batanya dengan harga berapa?
Mr. Y : Pekerjaan saya sudah selesai, dan saya kelebihan batu bata. Saya tawarkan kepada Bapak Rp 60. (Pada waktu itu harga batu bata adalah Rp. 120)
Mr. X : Bagaimana kalau saya tawar Rp. 90
Mr. Y : ??? Maksud Bapak?
Mr. X : Saya tawar Rp. 90
Mr. Y : Saya buka harga Rp. 60, kok Bapak nawarnya Rp. 90, apa Bapak tidak salah nawar?
Mr. X : Oh.. tidak! Bapak buka harga Rp. 60, dan saya tawar Rp. 90
Mr. Y : Saya tidak mengerti maksud Bapak?
Mr. X : Baik, akan saya jelaskan penawaran saya. Harga batu bata itu sebenarnya Rp. 120, dan Bapak menawarkan Rp. 60, sedangkan saya tawar Rp. 90. Berarti, kalau saya beli dari Bapak, maka Bapak untung Rp. 30, dan saya juga untung Rp.30

Dalam proses bisnis, kita harus melakukan satu kepantasan dalam pemberian harga. Apakah kita sudah memberikan harga yang pantas dan apakah kita sudah menawar dengan harga yang pantas juga.

Untuk membangun bisnis dengan network yang baik, diperlukan negosiasi yang saling menguntung dan saling memberikan kepercayaan, yang diharapkan akan memberikan satu hubungan yang berkesinambungan satu sama lain. Kita jangan mengharapkan untuk mendapatkan harga yang murah, tapi dengan mengorbankan kepercayaan. Tapi kita diharuskan memberikan satu solusi yang saling menguntung satu sama lain.

Untuk mendapatkan satu jalinan kerjasama, terkadang kita diharuskan "berkorban", tapi jangan "mengorbankan" relasi kita. Berikan kepercayaan kepada mereka bahwa kita memang rekanan mereka yang bisa mereka percayai.

Apakah Anda Orang Yang Dipercaya?

Wassalam,
Syamsul
WSyakinah.com
WSyakinah.blogspot.com
Padanan:
Orang Yang Dipercaya
Kepercayaan
Kepercayaan Dan Selember Kaca
Showing Your Products


Multipan / Panci Serbaguna
Tags
Pembayaran Yang Adilpembayaranadil
Social Media

Posting komentar Anda :
Name :
Email :
Website :
Comment :
Validation word :


 

┬ęSYAARAR.Com. All rights reserved.