SYAARAR.COM
  Home  |  Refleksi  |  Kombur  |  Religous  |  Free Code  |  Download  |
Kunci Sukses
Ditulis oleh : Syamsul Arham
Tanggal : 19 September 2007, 02:47:0
Dibaca : 2615

Seberapa lamakah kita hidup didunia ini ? Al-Quran Mengatakan bahwa ternyata manusia hidup didunia ini hanya sebentar saja


Kunci Sukses


Berapa lamakah kita hidup di dunia ini?


Berikut ini saya copy salah satu hasil postingan Mas Mierza Amran.

Seberapa lamakah kita hidup didunia ini ? Al-Quran Mengatakan bahwa ternyata manusia hidup didunia ini hanya sebentar saja:

Allah bertanya: "Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?" Mereka menjawab:"Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada orang2 yang menghitung". Allah berfirman:"Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu benar2 mengetahui." Al-Mu'minuun (23): 112-114

Marilah kita ambil asumsi umur kita adalah sumur nabi Muhammad SAW, yaitu 63 tahun. Dengan mengambil surat As-Sajdah ayat 5 yaitu yang mengatakan satu hari diakhirat = 1000 tahun didunia, maka umur kita hanya 63/1000 hari diakhirat. Betapa singkatnya!
Lalu untuk apa Allah memberi kita umur yang tidak sampai sepersepuluh hari menurut perhitungan akhirat? Hal ini ternyata tidak lain dan tidak bukan adalah untuk menguji sejauh mana ketaatan kita pada aturan main yang dibuat-NYA; yaitu agar menjadi jelas siapa yang akan menempati surga dan siapa yang mejadi penghuni kekal di neraka. Cobalah bayangkan, bila manusia diberi umur yang panjang, tentulah ia akan "menderita" karena ujian yang diterimanyapun menjadi lama. Hal ini ibarat menderitanya seorang mahasiswa bila untuk menjadi sarjana harus menempuh kuliah selama 15 tahun atau lebih.

Karena hidup yang amat singkat ini, dan tidak ada kemungkinan bagi kita untuk mengulanginya kembali, maka tentunya amat rugilah orang2 yang tidak mampu berperilaku hidup sebagaimana yang diinginkan-NYA. Kita emamng sulit bahkan mungkin mustahil dapat begitu saja berperilaku hidup sesuai dengan aturan main-NYA bila kita tidak mempunyai bekal yang cukup. Ibarat seorang prajurit, ia tiak akan pernah menang dalam perperangan bila ia tidak mempunyai senjata dan strategi yang baik. Bekal yang kita perlukan itu adalah keyakinan Ilahiyyah. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW "Sebaik-baiknya yang tertanam didalam hati itu adalah keyakinan". Semakin banyak dan dalam keyakinan2 yang kita miliki, maka akan semakin memudahkan kita untuk berperilaku hidup sesuai dengan aturan main yang ditentukan-NYA. Adapun yang menjadi bahan terbentuknya keyakinan Ilahiyyah itu adalah ilmu. Tanpa ilmu tidak akan lahir keyakinan. Agar ilmu dapat menjadi suatu keyakinan, maka ia harus digodok lebih lanjut dengan tafakur. Bila tidak, maka ilmu itu hanyalah menjadi pengetahuan saja yang tidak cukup untuk menuntun kita berperilaku Islami. Demikian pentingnya tafakur ini sehingga Allah menghargainya dengan ganjaran yang sangat besar sekali, sebagaimana yang disampaikan oleh Rasulullah SAW; "Bertafukrlah sejenak lebih baik dari pada ibadah satu tahun".

Sumber: Bahan Renungan Kalbu oleh Ir.Permadi Alibasyah.


Wassalam,
Syamsul
WSyakinah.com
WSyakinah.blogspot.com


USB Flash Disk Password Protection
Tags
Social Media

Posting komentar Anda :
Name :
Email :
Website :
Comment :
Validation word :


 

┬ęSYAARAR.Com. All rights reserved.