Category : Refleksi > Motivation
Author ; Syamsul Arham
Date : 15 November 2007, 11:51:04
Hits : 2676

Satu hal yang sangat menarik dari setiap pemberian itu, ternyata dia mendapat kelimpahan rejeki yang tidak diduga dan bahkan melebihi dari pemberiannya

Rejeki Dari Tuhan

Kemarin di rumah saya ada pembantu yang dipanggil untuk bekerja untuk hari kemarin saja, karena selama ini kami memang tidak pernah punya pembantu. Saya memang tidak ketemu orangnya, tapi dari cerita yang saya dapatkan, sangat meng-inpirasi saya untuk menuliskannya.

Dia seorang perempuan, umur sekitar 24 tahun dan sudah punya anak 4 orang. Pendidikannya hanya sampai kelas empat SD, suaminya malah tidak sekolah dan tidak bisa tulis baca.

Suaminya bekerja sebagai tukang taman, untuk memotong rumput dijalanan, sedangkan dia sebagai pembantu rumah tangga dan kerjanya hanya siang hari saja, sore pulang.

Yang saya sangat kagum, orangnya sederhana, tidak neko-neko, dan mau bekerja, tidak pilih-pilih. Apakah ini hanay karena "pandangan pertama", wallau'alam. Tapi dari kesimpulan yang saya dapatkan sangat luar biasa.

Dengan keserdahaannya, orangnya sangat respek dengan lingkungan, dan suka memberikan pertolongan, padahal dia juga sebenarnya perlu "ditolong".

Dengan gaji yang hanya Rp. 800.000 sebulan ditambah Rp. 300.000 dari penghasilan suami, maka sangat "tidak" cukup untuk menghidupi 4 orang anak yang juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Tapi dengan keserhanaannya, dia suka memberikan "sebagian" uang penghasilannya untuk orang yang dirasa memerlukan bantuan, dan dia tidak merasa itu akan mengurangi kebutuhannya setiap bulannya.

Satu hal yang sangat menarik dari setiap pemberian itu, ternyata dia mendapat kelimpahan rejeki yang tidak diduga dan bahkan melebihi dari pemberiannya.

Satu saat dia memberikan uang kepada orang, disore hari suaminya membawa uang yang melebihi dari biasanya. Dilain waktu dia membantu orang yang membutuhkan, tapi di saat yang hampir bersamaan dia mendapatkan pemberian dari orang yang tidak dia duga.

Pernah satu waktu dia membantu orang yang tersesat dan beberapa saat orang itu kembali mencari dia memberikan rejeki yang tidak dia perhitungkan sebelumnya.

Banyak orang yang telah membuktikan ini, bahwa pemberian yang dilakukan dengan keikhlasan, akan menghasilkan rejeki yang bahkan melebihi dari yang telah dikeluarkan.

Dulu ada seorang yang pernah menjadi orang kaya di Indonesia pada tahun 70-an dan orang ini satu kampung dengan saya. Kalau sedang di kampung, setiap pagi dia duduk diteras rumahnya sambil melihat orang yang berangkat ke pasar membawa barang dagangannya, apakah itu sayur mayur, kayu bakar dbs. Dan setiap pagi dia akan memanggil satu atau beberapa orang untuk mampir kerumahnya kalau mereka sudah pulang dari pasar. Setiap orang yang mampir ke rumahnya akan diberikannya uang dan bahkan tidak jarang modal untuk mereka.

Karena ini dilakukan setiap hari, maka ada yang bertanya; "Apakah uangnya tidak akan habis, kalau tiap hari dia memberikannya kepada orang lain?, tanpa ada keuntungan dari sana.". Maka jawabannya adalah; "Kalau saya memberi hari ini, maka besok saya akan mendapatkan rejeki berupa orderan yang keuntungannya melebihi dari apa yang saya berikan."

Kalau kita melihat janji Allah, bahwa Allah akan memberikan balasan yang melimpah kepada mereka yang telah men-sedekahkan rejekinya kepada orang lain.

Merupakan satu instropeksi bagi kita, kalau selama ini rejeki kita susah, atau kita mendapatkan rejeki, tapi tidak bisa bertahan lama, mungkin ini dikarenakan kita kurang dalam memberi kepada mereka yang membutuhkan. Karena sebagian rejeki yang kita miliki, ada sebagian merupakan hak fakir miskin.

Apakah kita rejeki kita sudah disisihkan untuk mereka?

Wassalam,
Syamsul
http://www.wsyakinah.com
http://wsyakinah.blogspot.com

Social Media