SYAARAR.COM

Jangan Mau Jadi Budak
Ditulis oleh : Syamsul Arham
Tanggal : 26 November 2007, 20:28:3
Dibaca : 2130

“Sekali pemberian orang diterima, maka berikutnya kita akan menjadi budak orang tersebut”

Jangan Mau Jadi Budak

"Sekali pemberian orang diterima, maka berikutnya kita akan menjadi budak orang tersebut"

Seorang pensiunan BUMN disalah satu pabrik pupuk yang semasa aktif bekerja sebagai projek manager pembangunan pabrik. Selama karirnya terkenal sebagai karyawan yang jujur yang tidak bisa disuap, ditawar atau dinego. Setiap projek yang ditangani akan dijalankan sesuai dengan "bestek" yang telah dirancang sebelumnya.

Sudah menjadi hal yang umum, dinegeri dengan seribu satu masalah, pekerjaan projek bisa "disesuaikan" dengan keinginan berbagai pihak untuk meloloskan kepentingan kalangan. Tapi lain dengan orang ini, selama karirnya tidak satupun projek yang berhasil di nego oleh kalangan lain untuk "penyesuaian".

Berbagai cara dilakukan orang untuk meloloskan "penawaran", tapi sekian banyak pendekatan yang dilakukan, sedemikian banyak pula yang ditolak. Mulai dari cara yang sopan, sampai dengan cara yang vulgar. Semua itu tidak berhasil merobohkan pertahanannya.

Pernah satu kali salah satu relasinya mengirimkan satu bingkisan untuknya dan dititipkan kepada sekretarisnya, tapi begitu disampaikan kepadanya, malah sang sekretaris disuruh mengantarkan kembali bingkisan tersebut kepada pemiliknya.

Dilain waktu, sang istri yang terlanjur menerima pemberian juga diperintahkannya untuk mengembalikan pemberian tersebut pada saat dia mengetahui pemberian tersebut.

Untuk jaman sekarang ini, tingkah orang ini dianggap "aneh" dan "menyimpang" dari kaidah umum dalam penanganan satu projek. Tapi ini sudah menjadi prinsip yang dipegang sampai dia pesiun sekitar 5 tahun yang lalu.

Setelah berlalu 5 tahun masa pensiun, tahun 2008 dia dikaryakan lagi oleh perusahaan tempatnya berkerja dulu untuk menangani projek pembangunan pabrik di Iran. Keberangkatannya menunggu situasi perkembangan politik Iran dengan USA.

"Hidup ber-akal, mati ber-iman" merupakan prinsip hidup keduanya.

Dalam karir kita sebagai karyawan atau pengusaha, apakah kita sudah menjalankan prinsip di atas? Atau kita malah sudah menjadi budak pihak lain?

Seberapa besar kekuatan kita dalam memutuskan sesuatu? dan seberapa besar kemandirian kita dalam menjalankan satu pekerjaan. Apakah kita punya power terhadap diri kita? Atau kita malah sudah menjadi budak orang lain?

Wassalam,
Syamsul
http://www.wsyakinah.com



Tags
Jangan Mau Jadi Budak
Social Media

Posting komentar Anda :
Name :
Email :
Website :
Comment :
Validation word :


 


Mutiara Tauhid
Risalah Mutiara Tauhid
Comments
Content-Image
Dikomentari oleh : Syamsul Arham
Dibaca : 2105
Judul lagunya Pujilah Allah. Linknya ada di https://www.youtube.com/watch?v=1W7vpDBBEAk

Content-Image
Dikomentari oleh : Yusuf
Dibaca : 2105
Itu kutipan lagu dari sakha judulnya apa? Sy suka lagu itu krna dl.srg dngr d radio. Tp skrg gk pernah dngr lagi. Nyari di youtube jg gk ada pdhl ingim pinya lagunya.

Content-Image
Dikomentari oleh : Syamsul Arham
Dibaca : 485
Catatan tambahan: Pahala yang akan tetap mengalir: 1. Do'a Anak Yang Sholeh 2. Shodaqoh Jariyah 3. Ilmu Yang Bermanfaat #BahanRenunganKalbu


Hit’s Today
Content-Image
Dibaca : 303
Allah subhana wa ta'ala tidak membutuhkan makhluk-Nya sekalipun itu yang kafir atau yang beriman, ...

Content-Image
Dibaca : 171
Saya mengatakan kepadanya jika berhala itu tidak bisa melindungi dirinya maka apa gunanya mencari ...

Content-Image
Dibaca : 20
Dinamai surat Al-Hasyr (pengusiran) diambil dari perkataan Al-Hasyr yang terdapat pada ayat 2 surat ...