SYAARAR.COM

Rejeki Tidak Terbatas
Ditulis oleh : Syamsul Arham
Tanggal : 24 Juni 2008, 15:26:3
Dibaca : 3413

Ada yang mengatakan bahwa rejeki itu tergantung dari garis tangan. Tapi apakah sama garis tangan orang yang telah bekerja keras dengan yang bekerja sedikit.

Banyak orang yang menganggap rejekinya terbatas karena sudah ditentukan oleh Tuhan, tapi kalau kita melihat kembali kepada kitab suci, bahwa rejeki seseorang, ditentukan oleh seberapa besar usaha yang dilakukannya untuk mendapatkan rejeki.

Dalam surat An-Najm (53:40-42) disebutkan "dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya. Dan bahwasanya usahanya itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya). Kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna, dan bahwasanya kepada Tuhanmulah kesudahan (segala sesuatu)"

Disini jelas, bahwa rejeki setiap orang telah disiapkan oleh Tuhan Yang Maha Pemberi, adalah sama. Tapi oleh Tuhan Yang Maha Pemberi, tidak memberikan rejeki itu serta merta kepada manusia. DIA memerintahkan kita untuk meng-usaha-kan rejeki yang telah disiapkan-NYA untuk kita. Seberapa jauh usaha yang kita lakukan, maka sebesar itu pula Tuhan menurunkan rejeki untuk kita.

Rejeki itu akan diberikan kepada setiap manusia yang meng-usahakannya, tidak melihat dia sebagai orang yang ber-iman atau tidak, orang baik atau tidak, orang jujur atau tidak, maling atau tidak, koruptor atau tidak, dan bagaimana untuk mendapatkannya, apakah dengan cara yang baik atau tidak, dengan cara halal atau dengan cara haram. Semua akan mendapatkannya, sesuai dengan apa yang diusahakannya.

Dari rejeki yang telah didapatkan, maka sesuai dengan ketentuan dari Tuhan Yang Maha Menentukan, akan menilai semua hasil usaha yang kita dapatkan, apakah sesuai dengan ketentuan-Nya atau tidak

Kalau kita mengibaratkan sebagai karyawan, maka gaji setiap karyawan adalah berbeda, tergantung seberapa besar kontribusinya kepada perusahaan. Seorang karyawan yang telah berusaha dengan maksimal tentu akan mendapatkan gaji yang lebih, demikian sebaliknya, karyawan yang kontribusinya sedikit akan menerima gaji yang sedikit.

Kita tidak bisa mengatakan bahwa bos kita tidak adil karena telah memberikan gaji yang berbeda kepada setiap karyawan. Karena sudah merupakan rule bahwa yang berkontribusi lebih akan mendapatkan hasil lebih.

Demikian juga dengan rejeki Tuhan. Rejeki itu akan diberikan sesuai dengan usaha yang telah dilakukan untuk mendapatkan rejeki tersebut. Kita tidak bisa mengatakan Tuhan itu tidak adil, padahal kita tidak mengusahakan rejeki yang telah disiapkan untuk kita.

Ada yang mengatakan bahwa rejeki itu tergantung dari garis tangan. Tapi apakah sama garis tangan orang yang telah bekerja keras dengan yang bekerja sedikit. Tentu bagi mereka yang telah bekerja keras akan mempunyai garis tangan sebagai pekerja keras, sedangkan bagi yang bekerja sedikit akan mempunyai garis tangan dengan rejeki yang sedikit. Jadi garis tangan bukanlah ukuran rejeki setiap orang, tapi bagaimana dia menggunakan tangannya untuk mendapatkan rejeki dari Tuhan. Kalau kita ingin garis tangan yang baik, maka bekerjalah dengan sungguh-sungguh, maka Anda akan mempunyai garis tangan yang baik.

Dalam film The Secret menjelaskan bahwa alam akan menyiapkan segala sesuatu yang telah kita rencanakan. Begitu kita pikirkan, kita tuliskan dan kita ucapkan, maka alam akan bekerja untuk mempersiapkan segala sesuatunya untuk semua rencana yang telah kita lontarkan. Semakin besar usaha kita untuk mempersiapkan rencana kita, makin besar pula alam mempersiapkan segala sesuatunya untuk kita.

Dalam merencanakan sesuatu, maka perlu kita memikirkannya dengan baik, kemudian menuliskannya dalam agenda kita dan terakhir mengucapkannya dalam ucapan kita. Begitu rencana yang telah kita pikirkan, kita tuliskan dan ucapkan maka dengan segera otak kita meng-install semua rencana yang telah kita susun. Sang otak akan bekerja siang malam tanpa henti dan tanpa instruksi dari kita untuk mempersiapkan rencana yang telah kita susun. Sekali program ini ter-instal, maka program akan tersimpan parmanen, tidak bisa di hapus, dan otak kita akan terus mengolah rencana-rencana yang telah kita buat. Otak ini hanya akan berhenti bekerja pada saat kita mengadapkan diri kepada Sang Maha Pencipta dan Maha Kuasa.

Untuk menghadap kepada Sang Khalik, maka kita akan melakukan "Zero Mind Process", yang akan me-NOL-kan pikiran kita hanya untuk menghadap kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Kita memohon kepada-Nya untuk dimudahkan dalam segala rencana kita bagaimana kita harus menghadapi orang yang akan kita temui, agar kita dimudahkan dalam penyampaian, dimudahkan dalam penerimaan, dan dimudahkan bagi orang untuk mengerti apa yang kita ucapkan dan kita inginkan.

Dalam pencapaian keberhasilan dunia, orang banyak melupakan tujuan akhir kita di akhirat. Kita hanya terfokus di dunia dan lupa dengan akhirat. Ini banyak kita temui dalam kehidupan kita sehari-hari, bagaimana orang mendapatkan rejeki dengan cara yang tidak patut dan mendzalimi orang lain.

Kita ibaratkan seorang penyelam mutiara, yang ditugaskan oleh Sang Maha Pencipta untuk mencari mutiara didasar laut. Kita diberi perbekalan nafas berupa tabung oksigen yang bisa dipergunakan untuk jangka waktu yang ditentukan, dan kita sudah mempunyai komitmen untuk dapat mencari kerang mutiara sebanyak-banyaknya.

Tapi apa yang terjadi, begitu kita sampai dipermukaan laut, kita sudah terlena dengan keindahan alam bawah laut, kita lupa dengan tugas utama kita yang sesungguhnya. Kita betah berlama-lama dengan keindahan laut, padahal jatah oksigen kita makin lama makin tipis, sehingga pada satu waktu dimana jatah oksogen kita sudah hampir habis, baru kita sadar akan tugas utama yang belum kita laksanakan. Dengan waktu yang tersisa sedikit, kita terpaksa terburu-buru untuk mencari kerang mutiara. Dengan waktu yang sidikit itu, kita hanya mendapatkan kerang seadanya dengan kualitas seadanya dan bahkan ada yang tercecer karena keterburuan kita untuk mendapatkannya.

Bisa dibayangkan dengan hasil yang seadanya, bahkan tidak memenuhi syarat, kita menghadap Sang Khalik. Sebagai Pemilik yang telah memberikan tugas kepada kita, tapi tidak kita kerjakanan dengan baik, maka kita akan mendapatkan ganjaran yang setimpal dengan apa yang kita dapatkan. Kalau ibaratkan seorang yang mendapat tugas dari juragannya, dengan hasil yang minim, maka kita tentu akan dipecat dari karyawan dan mungkin malah tanpa pesangon.



Name Tag Tas / Luggage Tag
Tags
Rejeki Tidak TerbatasRefleksi
Social Media

Posting komentar Anda :
Name :
Email :
Website :
Comment :
Validation word :


 
Dokomentari oleh:

dodi 2009-05-17 19:26:09

Menarik  sekali opini  anda. Aku  jadi  tahu  hidup  ini  tidak  hanya  mengejar  materi  saja.tnks

oka 2009-03-08 23:00:13
terima kasih atas postingnya.



Mutiara Tauhid
Majelis Tafakur
Comments
Content-Image
Dikomentari oleh : Syamsul Arham
Dibaca : 2114
Judul lagunya Pujilah Allah. Linknya ada di https://www.youtube.com/watch?v=1W7vpDBBEAk

Content-Image
Dikomentari oleh : Yusuf
Dibaca : 2114
Itu kutipan lagu dari sakha judulnya apa? Sy suka lagu itu krna dl.srg dngr d radio. Tp skrg gk pernah dngr lagi. Nyari di youtube jg gk ada pdhl ingim pinya lagunya.

Content-Image
Dikomentari oleh : Syamsul Arham
Dibaca : 490
Catatan tambahan: Pahala yang akan tetap mengalir: 1. Do'a Anak Yang Sholeh 2. Shodaqoh Jariyah 3. Ilmu Yang Bermanfaat #BahanRenunganKalbu


Hit’s Today
Content-Image
Dibaca : 1010
Allah subhana wa ta'ala tidak membutuhkan makhluk-Nya sekalipun itu yang kafir atau yang beriman, ...

Content-Image
Dibaca : 334
Saya mengatakan kepadanya jika berhala itu tidak bisa melindungi dirinya maka apa gunanya mencari ...

Content-Image
Dibaca : 57
Dinamai surat Al-Hasyr (pengusiran) diambil dari perkataan Al-Hasyr yang terdapat pada ayat 2 surat ...